SULTENG RAYA – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu menunjukkan komitmennya dalam mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dengan mendampingi dan memfasilitasi seorang anak binaan berinisial IS untuk menghadiri pemakaman ibu kandungnya di kediamannya yang berada di Desa Paddumpu, Kabupaten Tolitoli, Kamis (22/06/26).

Pendampingan ini turut diikuti oleh Kepala Seksi Pembinaan, Kepala Subseksi Pendidikan dan Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas), Kepala Subseksi Registrasi, serta staf Pengawasan guna memastikan kegiatan berlangsung sesuai prosedur dan tetap mengutamakan keamanan.

Fasilitasi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi psikologis anak binaan sekaligus implementasi inovasi DALA (Dampingan Anak dan Keluarga) untuk memperkuat hubungan kekeluargaan.

Pemberian izin luar biasa tersebut telah melalui Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) dengan nomor WP.24.PAS.4.PK.06.04-34, dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan, ketentuan yang berlaku, serta prosedur pengamanan.

Melalui kegiatan ini, LPKA Palu memastikan anak binaan memperoleh dukungan emosional dan keluarga selama masa duka, dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban.

Kepala LPKA Kelas II Palu, Welli, menyampaikan bahwa pihaknya turut merasakan duka yang dialami anak binaan dan keluarga. Menurutnya, kehadiran anak binaan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada ibu kandung merupakan momen yang sangat berarti secara emosional.

“Dalam pelaksanaan pembinaan, kami tidak hanya berfokus pada perubahan perilaku anak, tetapi juga memperhatikan aspek kemanusiaan dan kondisi psikologis mereka. Kami memahami bahwa kehilangan seorang ibu merupakan pukulan berat bagi seorang anak,” kata Welli.

Karena itu lanjutnya, kami berupaya memfasilitasi kesempatan ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku, melalui mekanisme Sidang TPP, dan dengan tetap mengutamakan keamanan. Hal ini juga sejalan dengan inovasi DALA, yang menjadi salah satu upaya kami untuk memastikan anak binaan tetap mendapatkan pendampingan serta dukungan keluarga.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Pembinaan LPKA Palu, Andi Nuryadin, menjelaskan bahwa pendampingan dalam situasi duka menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kebutuhan emosional anak binaan.

Menurutnya, inovasi DALA hadir sebagai bentuk komitmen dalam memperhatikan keterlibatan keluarga sebagai bagian penting dari proses pembinaan anak.

“Kami memahami bahwa anak binaan juga memiliki ikatan emosional yang kuat dengan keluarganya. Dalam situasi kehilangan seperti ini, kehadiran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada orang tua memiliki arti yang mendalam. Pendampingan dan dukungan ini juga menjadi implementasi dari inovasi DALA (Dampingan Anak dan Keluarga), yang menekankan pentingnya pendampingan dan hubungan kekeluargaan dalam mendukung proses pembinaan anak,” jelas Andi Nuryadin.

Sementara itu, salah satu keluarga anak binaan IS menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada jajaran LPKA Palu atas perhatian serta bantuan yang diberikan kepada keluarganya di tengah suasana berduka.

“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada Kepala LPKA Palu beserta seluruh jajaran yang telah membantu dan memberikan kesempatan kepada IS untuk menghadiri pemakaman ibu kandungnya. Di tengah kesedihan yang kami rasakan, perhatian dan pendampingan ini sangat berarti bagi keluarga kami,” ungkap perwakilan keluarga IS.

Melalui fasilitasi tersebut, LPKA Palu menegaskan bahwa pembinaan anak tidak terlepas dari pendekatan yang mengedepankan kepedulian, empati, dan penghormatan terhadap hubungan keluarga.

Implementasi inovasi DALA melalui pendampingan dalam situasi duka ini menjadi wujud komitmen LPKA Palu dalam menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang humanis serta memperkuat dukungan keluarga bagi anak binaan.

Pemberian izin luar biasa yang telah melalui Sidang TPP ini tetap dilaksanakan dengan berpegang pada ketentuan yang berlaku serta memastikan aspek keamanan dan ketertiban tetap terjaga.*/YAT