Peserta lokakarya didominasi UMKM di sektor pertanian dan pangan olahan, yang memiliki potensi untuk dikembangkan seiring besarnya kontribusi kedua sektor terhadap ekonomi Sulawesi Tengah. Pada 2025, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat nilai tambah Rp67,96 triliun, sementara industri makanan dan minuman mencapai Rp7,24 triliun. Potensi ini membuka ruang bagi UMKM untuk memperluas pasar melalui penguatan kualitas produk dan pemahaman terhadap kebutuhan pembeli.

Sementara, Eni Widiyanti, Asisten Deputi PUG BIdang Perekonomian, Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dan Pemerintah Daerah Wilayah mengatakan, pemberdayaan ekonomi perempuan tidak cukup hanya dengan meningkatkan keterampilan berusaha, tetapi juga harus memastikan perempuan memiliki akses yang setara terhadap pembiayaan, legalitas usaha, teknologi, dan pasar.

“Masih banyak perempuan pelaku usaha mikro yang menghadapi keterbatasan akses informasi, jaringan pemasaran, serta tanggung jawab pengasuhan dan pekerjaan domestik. Melalui kegiatan Tumbuhkan Peluang, kami ingin mendorong agar perempuan pelaku UMKM tidak hanya mampu mempertahankan usahanya, tetapi juga memiliki kesempatan untuk naik kelas, memperluas pasar, dan meningkatkan kemandirian ekonominya,”jelasnya.

Selain akses pasar, kesehatan finansial (financial health) menjadi landasan penting bagi keberlanjutan usaha. Bagi UMKM, hal ini mencakup kemampuan mengelola arus kas, memenuhi kebutuhan bisnis, menghadapi risiko keuangan, dan merencanakan pertumbuhan usaha. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih baik, pertumbuhan bisnis diharapkan dapat turut memperkuat kesejahteraan perempuan dan keluarganya.

Menurut, Desi Vicianna, Senior Policy Strategist, Southeast Asia, Women’s World Banking, kesehatan finansial merupakan bagian penting dari pemberdayaan ekonomi perempuan. Olehnya kegiatan akan dilanjutkan dengan pendampingan intensif oleh fasilitator lokal untuk membantu pengusaha mikro perempuan memperkuat praktik pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha sehingga kemajuan usaha dapat berjalan beriringan dengan kesehatan finansial yang lebih kuat.

ICFH bersama para mitra berharap koneksi yang terbentuk dapat berkembang menjadi kemitraan usaha yang berkelanjutan. Dengan menghubungkan kapasitas usaha, akses pasar, dan kesehatan finansial, semakin banyak perempuan UMKM diharapkan mampu memperluas peluang bisnis dan memperkuat ketahanan ekonomi. AMR