Momen pelepasan semakin terasa emosional ketika seluruh personel Polda Sulteng, mulai dari perwira, bintara hingga tamtama, berbaris rapi membentuk pagar kehormatan. Dengan penuh rasa hormat, para personel mengantarkan langkah Irjen Pol. Nasri beserta istri hingga menuju gerbang keluar Mapolda Sulteng.
Kabidhumas Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol. Achmad Muhaimin menyampaikan bahwa tradisi Pedang Pora merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi institusi kepada pejabat yang telah mendedikasikan diri dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian kepada Polri.
“Tradisi Pedang Pora ini merupakan wujud penghormatan, rasa kekeluargaan, dan apresiasi atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan kepada institusi Polri, khususnya Polda Sulawesi Tengah. Kami menyampaikan terima kasih atas kontribusi dan kepemimpinan yang telah ditorehkan, serta berharap semangat pengabdian tersebut dapat terus menjadi inspirasi bagi seluruh personel,” ujar Kombes Pol. Achmad Muhaimin.
Ia juga menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Dengan kepemimpinan yang baru, kami berharap seluruh personel Polda Sulawesi Tengah terus menjaga soliditas, meningkatkan kinerja, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Semangat kebersamaan dan pengabdian harus senantiasa menjadi landasan dalam menjalankan tugas demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Sulawesi Tengah,” jelasnya.*/YAT