SULTENG RAYA-Dosen Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad) berinisial FJ memberikan klarifikasi terkait komunikasi telepon dengan orang tua mahasiswa berinisial KRG yang diduga menjadi korban pengeroyokan. Komunikasi tersebut sebelumnya dikaitkan dengan dugaan adanya tekanan agar persoalan tidak dilanjutkan.
FJ membenarkan dirinya menghubungi orang tua KRG pada pagi hari setelah kejadian. Ia mengatakan, telepon tersebut dilakukan setelah menerima sejumlah informasi melalui WhatsApp mengenai adanya laporan dugaan penganiayaan kepada pihak kepolisian.
Menurut FJ, komunikasi tersebut bertujuan untuk memastikan kebenaran informasi mengenai laporan tersebut. Ia menjelaskan, sebelumnya kedua belah pihak telah sepakat untuk menyelesaikan persoalan secara damai pada malam setelah kejadian.
Dalam komunikasi tersebut, ayah KRG disebut menyampaikan bahwa dirinya belum mengetahui adanya pemberitaan mengenai laporan ke kepolisian. FJ kemudian meminta bantuan untuk mengonfirmasi informasi tersebut kepada pihak yang membuat laporan.
FJ mengatakan, dirinya juga menyampaikan kemungkinan dampak yang dapat timbul apabila persoalan berlanjut, baik terhadap dirinya, mahasiswa lainnya, maupun KRG.