Semangat yang sama terlihat dalam pemantauan yang dilakukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Parigi Moutong. Pada seleksi tersebut, Sekretaris KONI Parigi Moutong Supardin bersama Ketua Tim Verifikator Cabang Olahraga, Rinaldi Rosdul, dan Kepala Sekretariat KONI, Sudirman, turun langsung mengamati proses seleksi.

Mereka menyaksikan para pemain menjalani penilaian yang dilakukan Kepala Pelatih Napoleon, Asisten Pelatih Kasmudin Mustapa serta pelatih khusus penjaga gawang. Supardin menilai secara umum para pemain menunjukkan kemampuan yang cukup baik. Sejumlah pemain bahkan dinilai memiliki potensi untuk bersaing memperebutkan posisi dalam skuad Porprov.

Namun, ketatnya persaingan tidak dapat dipisahkan dari batasan kuota. Hanya 21 atlet yang dapat dibawa untuk memperkuat tim sepak bola Parmout, ditambah tujuh orang offisial. “Bukan berarti kemampuan kalian tidak bagus, melainkan murni karena batasan kuota yang ada,”ujarnya.

Ia menegaskan, proses seleksi harus berlangsung secara objektif. Tidak boleh ada istilah anak tiri maupun perlakuan berbeda terhadap pemain. Setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. AJI