Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga memiliki iman, karakter dan akhlak yang baik. “Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat iman, kokoh karakter, dan berakhlak mulia. Kemajuan daerah tidak akan memiliki makna yang utuh apabila tidak diiringi dengan kualitas manusia yang baik,” katanya.

Pada kesempatan itu, Pemkab Parigi Moutong juga mengingatkan masyarakat terhadap ancaman narkoba dan judi online yang dinilai dapat merusak masa depan generasi muda serta ketahanan keluarga. Masyarakat diminta tidak mencoba, terpengaruh maupun memberikan ruang terhadap penyalahgunaan narkoba dan praktik judi online.

“Jangan coba-coba, jangan terpengaruh, dan jangan beri ruang bagi narkoba maupun judi online. Mari kita bersama-sama menjaga keluarga, melindungi anak-anak kita, serta menciptakan Kabupaten Parigi Moutong yang aman, sehat, produktif, dan bermartabat,” tegasnya.

Abdul Sahid juga mengajak masyarakat memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah. Perbedaan latar belakang maupun pandangan, kata dia, hendaknya tidak menjadi penghalang dalam membangun daerah.

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan Kabupaten Parigi Moutong membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat. “Keteladanan Rasulullah SAW hendaknya menjadi inspirasi untuk saling merangkul dan memperkuat kebersamaan demi Parigi Moutong yang semakin religius, rukun dan penuh keberkahan,” ujarnya.

Peringatan Maulid kemudian dilanjutkan dengan penyampaian hikmah Maulid oleh H.S. Alwi Saggaf Al-Jufri, Lc., M.A., serta doa bersama untuk keselamatan dan kemakmuran masyarakat Kabupaten Parigi Moutong. AJI