Sementara di Desa Peningka, Kecamatan Kasimbar, penanganan dilakukan melalui normalisasi sungai. Upaya tersebut bertujuan memperlancar aliran air, meningkatkan kapasitas tampung sungai, serta mengurangi potensi luapan yang dapat menggenangi permukiman dan lahan masyarakat. “Di wilayah utara Parigi Moutong, Tim Gabungan masih melakukan penanganan darurat dampak kekeringan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla),”ujar Rivai.
Selain itu kata Rivai, posko siaga di dua kecamatan masih beroperasi. Distribusi air bersih juga terus dilakukan kepada masyarakat terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Rivai menyebutkan, penanganan bencana dilakukan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Untuk daerah terdampak banjir, penanganan difokuskan pada normalisasi saluran dan sungai, pengurangan risiko genangan, serta perlindungan terhadap permukiman dan infrastruktur. Sementara penanganan kekeringan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat serta penguatan kesiapsiagaan terhadap potensi karhutla. AJI