Havidh menjelaskan bahwa penyediaan listrik pada setiap lokasi perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Solusi yang dapat diterapkan antara lain perluasan jaringan atau grid extension, mini grid atau PLTS komunal, dan PLTS individual dengan baterai. Selain itu ada juga program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi rumah tangga yang membutuhkan bantuan sambungan listrik.

Menurutnya, sinergi lintas pihak menjadi bagian penting dalam memastikan program tersebut dapat berjalan efektif. Pemerintah daerah diharapkan memberikan dukungan, khususnya dalam penyiapan lahan dan penyelesaian berbagai kebutuhan administrasi maupun perizinan.

Mewakili Pemerintah Provinsi Gorontalo, Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Zukri Suratinojo, S.STP., M.Ec.Dev., menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM dan PLN yang telah merespons berbagai usulan kebutuhan listrik perdesaan di Provinsi Gorontalo.

“Harapan kita bersama, listrik secara keseluruhan di Provinsi Gorontalo dapat segera terwujud. Ini merupakan salah satu program strategis pemerintah,” tambahnya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan komitmen penuh PLN dalam mendukung percepatan elektrifikasi di Gorontalo. Ia menyampaikan bahwa kesiapan infrastruktur kelistrikan saat ini berada dalam kondisi yang sangat prima untuk menyokong perluasan jaringan maupun program-program kerakyatan lainnya.

Lebih lanjut, Usman memaparkan bahwa keberhasilan elektrifikasi di Gorontalo sebelumnya telah dibuktikan melalui penyalaan listrik di Pulau Dudepo serta pencapaian Rasio Desa Berlistrik (RDB) yang telah mencapai 100 persen. Kendati demikian, PLN tidak berhenti sampai di situ dan terus proaktif menyerap data dari pemerintah daerah.*/HJ