“Sinkronisasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan perencanaan listrik desa dapat dilakukan secara terpadu berdasarkan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah. Kolaborasi antara Kementerian ESDM, pemerintah daerah, dan PLN menjadi kunci agar target elektrifikasi dapat terus didorong secara optimal dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” jelas Ahmad Amiruddin.

Senada dengan hal tersebut, General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan komitmen penuh PLN dalam mengawal pemerataan energi hingga wilayah terluar dan perdesaan sebagai wujud nyata keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Listrik bukan hanya soal penerangan, melainkan fondasi utama untuk menggerakkan ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat perdesaan. Melalui sinergi erat dengan Kementerian ESDM dan Pemprov Sulteng, PLN berkomitmen memastikan perluasan jaringan Listrik Desa ini tepat sasaran, berkesinambungan, dan mampu mendongkrak produktivitas warga,” tegas Usman Bangun.

Dukungan serupa turut dikuatkan oleh Sekdaprov Sulteng, Novalina yang menilai bahwa sinkronisasi data lintas sektor ini sangat penting agar pembangunan infrastruktur energi terintegrasi secara selaras dengan prioritas pembangunan daerah.

Lebih jauh, kehadiran energi listrik di kawasan perdesaan terpencil terbukti menjadi katalisator penting bagi transformasi sosial. Akses listrik yang merata membuka peluang bagi anak-anak di pelosok untuk belajar dengan lebih baik pada malam hari, mendukung operasional fasilitas kesehatan darurat, serta memantik pertumbuhan industri rumah tangga dan UMKM lokal agar naik kelas.

Menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila, semangat gotong royong lintas instansi ini diterjemahkan melalui kerja nyata menghadirkan energi berkeadilan. Sinergi padu antara pusat, daerah, dan PLN ini menjadi manifestasi nyata nilai-nilai persatuan untuk merajut asa, memajukan daerah tertinggal, dan menghadirkan terang bagi seluruh anak bangsa di Sulawesi Tengah.*HJ