Ia berharap, melalui kuliah umum tersebut, mahasiswa memperoleh pengetahuan dan wawasan dari Bank Indonesia, terutama mengenai peluang membangun kemandirian ekonomi setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Pada kesempatan itu, Prof Rajindra juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang secara rutin memberikan beasiswa kepada 40 mahasiswa Unismuh Palu setiap tahun. Menurutnya, program tersebut sangat membantu meringankan beban ekonomi mahasiswa dalam menempuh pendidikan tinggi.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Muhamad Irfan Sukarna, dalam pemaparannya menjelaskan tiga tugas utama Bank Indonesia, yakni kebijakan moneter, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan.
Dalam bidang kebijakan moneter, Bank Indonesia bertugas menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter untuk mencapai serta memelihara kestabilan nilai rupiah. Sementara dalam sistem pembayaran, BI berperan mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran serta mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah.
Adapun dalam menjaga stabilitas sistem keuangan, Bank Indonesia memiliki peran dalam memelihara stabilitas keuangan serta menjalankan fungsi lender of the last resort atau pemberi pinjaman terakhir sesuai ketentuan yang berlaku.
Kegiatan tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab. Sejumlah mahasiswa mengajukan pertanyaan kritis, mulai dari perbedaan Bank Indonesia dengan bank umum, upaya menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, pengendalian inflasi, hingga mekanisme penerapan kebijakan moneter di Indonesia.
Muhamad Irfan Sukarna mengapresiasi antusiasme mahasiswa Unismuh Palu yang aktif mengajukan pertanyaan. Menurutnya, diskusi tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas pemahaman mahasiswa mengenai kebijakan dan peran Bank Indonesia dalam perekonomian nasional. “Luar biasa ini, jujur saya sangat senang, begitu banyak yang mengajukan pertanyaan kritis, artinya materinya tersampaikan dengan baik sehingga bisa dipahami adik-adik mahasiswa,”ujarnya. ENG
