SULTENG RAYA– Selama 23 tahun, kondisi jalan tanah menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi masyarakat Desa Cempaka Putih, Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara. Jalur tersebut merupakan urat nadi vital bagi masyarakat untuk menuju kawasan perkebunan sekaligus jalur utama pengangkutan hasil pertanian dan hutan rakyat.

Kondisi jalan yang sebelumnya belum tersentuh pengerasan memadai membuat mobilitas warga menjadi terhambat, terutama saat musim hujan ketika jalan licin dan sulit dilalui. Bagi para petani, kondisi ini berdampak langsung pada proses pengangkutan hasil panen yang memerlukan waktu lebih lama serta biaya operasional yang lebih besar.

Menjawab tantangan tersebut, PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) hadir memberikan bantuan pembangunan infrastruktur berupa jalan usaha tani rabat beton di Desa Cempaka Putih. Proyek pembangunan yang mulai dikerjakan pada tahun 2025 ini kini telah rampung sepenuhnya dan resmi diserahterimakan kepada masyarakat pada tahun 2026.

Kehadiran jalan rabat beton dengan akses yang jauh lebih layak ini memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal. Khususnya bagi para petani yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor perkebunan dan agroforestri, infrastruktur ini terbukti memperlancar mobilitas harian menuju lahan serta memangkas waktu tempuh distribusi hasil bumi.

General Manager PT PLN (Persero) UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa komitmen PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan energi listrik yang andal, tetapi juga turut aktif menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui program TJSL yang tepat sasaran.

“Jalan usaha tani di Desa Cempaka Putih ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk mendampingi masyarakat. Dengan akses jalan yang layak, kami berharap biaya logistik pertanian dapat ditekan, produktivitas meningkat, dan kesejahteraan warga secara keseluruhan dapat terdongkrak,” ungkap Usman.