“Semoga ekspor kita akan semakin lebih mudah lagi,” tandasnya agar terbangun ekosistem ekspor yang terintegrasi, sehingga komoditas unggulan daerah dapat terhubung ke pasar dunia.
Momentum deklarasi juga diperkuat melalui penandatanganan MoU antara Badan Karantina Indonesia dan Kementerian UMKM; MoU antara Badan Karantina, Kementerian UMKM, Kemendes PDT dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, dan MoU hilirisasi empat komoditas unggulan Sulteng.
Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding juga mendorong kolaborasi lintas sektor melalui pembentukan Klinik Ekspor untuk membantu UMKM memahami akses pasar global, memenuhi standar negara tujuan, hingga meningkatkan kesiapan produk.
“Kami akan bentuk BERANI ekspor dalam bentuk klinik ekspor,” ujar Kepala Barantin Abdul Kadir Karding.
Sementara Menteri UMKM Maman Abdurrahman menekankan pentingnya optimalisasi berbagai instrumen, termasuk pemanfaatan KUR, agar semakin banyak UMKM dapat berkembang dan naik kelas menjadi pelaku ekspor. “Kalau kita bisa memanfaatkan peran dan wewenang kita dengan baik maka UMKM kita pasti maju,” imbuhnya.
Kegiatan turut dihadiri para pejabat utama dari Barantin, Kementerian UMKM, Kemendes PDT, Wagub Reny A.Lamadjido, Sekprov Novalina, para bupati walikota, pelaku usaha dan asosiasi terkait. WAN

