Kompetensi tenaga pendidik pun terus diasah. Pada Mei dan Agustus 2026, IMIP menggelar pelatihan intensif pengembangan pembelajaran Bahasa Inggris bagi 145 guru. Kepada 58 kepala sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA se-Kecamatan Bahodopi, dilaksanakan pula pengembangan kapasitas kepemimpinan visioner di era transformasi digital.

Demi mempercepat proses digitalisasi dalam proses belajar-mengajar, disalurkan bantuan 12 unit komputer, proyektor, layar, dan printer ke sekolah-sekolah dasar dan unit literasi desa. Dalam sembilan bulan terakhir, IMIP telah mendistribusikan 569 set meubelair di delapan satuan pendidikan, yaitu MTs Labota, MTs Makarti Jaya, SDN Makarti Jaya, SDN 2 Bahodopi, SDN 2 Bahomakmur, SDN Labota, SDN Lalampu, dan SDN Lerea.

Dari sisi fisik bangunan, IMIP merampungkan penambahan tujuh ruang kelas baru untuk MTs Al-Khairaat Makarti Jaya, PAUD KB Almutakabbir Labota, SDN Lerea, dan SD Ekklesia Bahodopi. Khusus di SDN Padabaho, program pilar pendidikan CSR IMIP juga telah membangun talud pengaman. Di tingkat perguruan tinggi vokasi, PT IMIP menunjang kesiapan riset mahasiswa menghadapi standar industri. Ini dicapai lewat penyaluran 22 jenis alat laboratorium kimia modern dan 40 macam bahan kimia ke Politeknik Industri Logam Morowali.

“Tidak hanya mengasah kompetensi manusia, peningkatan sarana fisik diperlukan untuk mengimbangi pertambahan peserta didik. Penting juga upaya mendukung keberlanjutan pendidikan yang lebih baik bagi warga di sekitar kawasan IMIP,” kata Laurencia.

Selain meningkatkan kualitas pendidikan lewat rehabilitasi infrastruktur, dedikasi IMIP mendukung pendidikan di Bahodopi dijalankan secara informal lewat beragam kegiatan edukatif di Rumah Literasi IMIP di Desa Bahomakmur, Labota, dan Mbokita, juga di Balai Pasraman Bahomakmur. Di ruang belajar publik tersebut, CSR IMIP aktif menggelar Kelas Inspiratif, serta pendidikan tematik dan karakter bagi siswa dan masyarakat umum.

“Dukungan keberlanjutan pendidikan di lingkar kawasan direalisasikan melalui program Beasiswa IMIP Bersinergi yang mendampingi 65 mahasiswa studi sarjana asal Kecamatan Bahodopi di belasan perguruan tinggi di Kota Palu, Makassar, Kendari, dan Yogyakarta,” tandas Laurencia. Sebagai perusahaan pengelola kawasan pengolah nikel terintegrasi, IMIP memastikan pertumbuhan industri di Bahodopi berjalan beriringan dengan peningkatan mutu hidup masyarakat sekitar.*WAN