Melalui kegiatan ini, BPJS Kesehatan menghadirkan forum kolaborasi yang mempertemukan Pemerintah Daerah, Kementerian/Lembaga, aparat pengawasan, fasilitas kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya seperti Asosiasi Faskes dan Organisasi Profesi.
Mengusung tema “JKN Bersih untuk Indonesia Sehat dan Kuat” dimaknai bahwa keberhasilan Program JKN tidak hanya diukur dari luasnya cakupan kepesertaan dan kualitas pelayanan, tetapi juga dari kemampuan bersama dalam menjaga integritas dan keberlanjutan program.
“BPJS Kesehatan menyadari bahwa keberhasilan menjaga integritas Program JKN hanya dapat dicapai melalui sinergi/kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” kata dr. Cucu.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulteng, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dinas Kesehatan serta seluruh mitra strategis. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, dr. Syahriar yang melaporkan per 1 September 2026, kepesertaan JKN di Sulteng mencapai 90,82%.
Dari total penduduk 3.302.869 jiwa, peserta JKN aktif mencapai 2.999.829 jiwa, bahkan penduduk terdaftar JKN mencapai 101,07% atau 3.338.337 jiwa. “Komposisi peserta aktif didominasi PBI APBN sebanyak 1.399.958 jiwa atau 46,67%. Capaian aktif tertinggi ada di Banggai Laut 97,34%, Morowali 96,96%, dan Morowali Utara 95,31%,” jelas dr. Syahriar.
Dengan cakupan yang tinggi tersebut, komitmen bersama untuk mewujudkan JKN Bersih melalui upaya pencegahan, deteksi, dan penanganan kecurangan dinilai menjadi kunci untuk Indonesia yang sehat dan kuat. HJ
