SULTENG RAYA – Menjaga kesehatan jantung tidak hanya dilakukan dengan olahraga, tetapi juga dimulai dari apa yang tersaji di meja makan. Kesadaran itulah yang didorong Poltekkes Kemenkes Palu melalui pelatihan penyusunan menu diet rendah lemak bagi kader kesehatan di Kelurahan Boneoge, Kabupaten Donggala, belum lama ini.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat melalui skema Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) dengan tema “Pelatihan Penyusunan Menu Diet Rendah Lemak bagi Kader Kesehatan untuk Mendukung Kesehatan Jantung di Masyarakat Kelurahan Boneoge, Kabupaten Donggala.”

Pelatihan dilaksanakan di Kelurahan Boneoge, wilayah kerja Puskesmas Donggala, dan diikuti 15 kader kesehatan. Kegiatan juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kelurahan Boneoge yang diwakili Lurah Boneoge, Fitriah, S.A.P.

Dalam pelatihan, para kader dibekali pengetahuan sekaligus keterampilan praktis mengenai prinsip diet rendah lemak, mulai dari memilih bahan makanan, mengurangi penggunaan lemak dalam masakan, hingga menyusun menu harian yang tetap bergizi dan sesuai dengan kebiasaan makan keluarga.

Materi tidak hanya disampaikan secara satu arah. Para kader terlibat aktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah peserta menggali informasi mengenai bahan pangan yang lebih sehat, teknik pengolahan makanan, cara mengurangi konsumsi lemak, hingga bagaimana menyusun menu keluarga yang sehat namun tetap mudah diterapkan.

Pendekatan edukasi juga disesuaikan dengan karakter masyarakat setempat. Tim pengabdi menampilkan video edukasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Kaili. Penggunaan Bahasa Kaili menjadi bagian dari strategi komunikasi agar pesan kesehatan lebih mudah diterima dan dipahami masyarakat. Pendekatan tersebut sekaligus menjadi upaya memanfaatkan bahasa lokal dalam penyampaian informasi promotif dan preventif di bidang kesehatan.

Tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, kegiatan PPDM tersebut juga memberikan sarana pendukung kepada mitra agar edukasi dapat terus dilaksanakan setelah pelatihan berakhir.

Serah terima sarana pendukung dilaksanakan pada 17 September 2026 di Kantor Kelurahan Boneoge. Ketua Tim Pengabdi Nurjaya, S.Pd., M.Kes., menyerahkan sarana tersebut kepada Lurah Boneoge, Fitriah, S.A.P.

Adapun sarana yang diserahkan terdiri atas tiga unit kompor gas, tiga unit regulator, tiga unit timbangan makanan, 50 buku saku, serta dua media video edukasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Kaili.

Keberadaan sarana tersebut diharapkan dapat mendukung kader dalam melanjutkan kegiatan edukasi kesehatan, pelatihan pengolahan makanan, maupun aktivitas lain yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kewirausahaan berbasis layanan kesehatan komunitas.

Tim pengabdi berharap kader kesehatan dapat menjadi penggerak di lingkungan masing-masing dengan meneruskan informasi mengenai pola makan rendah lemak, pemilihan bahan pangan sehat, serta upaya pencegahan penyakit jantung kepada keluarga dan masyarakat. */AMR