SULTENG RAYA – Sebagai perusahaan holding MIND ID yang berkomitmen pada prinsip berkelanjutan, PT Vale Indonesia IGP Morowali mulai merencanakan pascatambang tahun 2036-2040.
Demi memaksimalkan dan menyempurnakan rencana pascatambang sesuai dengan rona awal lingkungan dan kebutuhan masyarakat, PT Vale menggelar Konsultasi Stakeholder di Aula Hotel Metro, di Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Jumat (18/9/2026)
Konsultasi Stakeholder terkait rencana pascatambang PT Vale itu turut dihadiri oleh Head Of Permit PT Vale Muharam Zamzam, Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, Sekretaris Daerah Morowali, perwakilan Inspektur Tambang Sulawesi Tengah, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten dan Provinsi, Dinas PTSP, Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Kehutanan Provinsi dan Kabupaten, para kepala desa serta Camat Bahodopi dan Bungku Timur, dan tokoh masyarakat.
Muharam Zamzam menyampaikan konsultasi stakeholder ini merupakan kegiatan yang sangat penting bagi PT Vale dalam menjalankan aktivitas pertambangan yang bertanggung jawab, transparan dan berkelanjutan.
“Kami pun menyadari bahwa kegiatan pertambangan memiliki siklus. Oleh karena itu sejak dini kami mulai menyusun rencana pascatambang di Bahodopi Blok 2 dan 3 pada tahun 2036 – 2040 mendatang,” ujarnya.
Menurutnya, rencana pascatambang ini bukan semata-mata kewajiban regulasi, melainkan ini adalah ikhtiar bersama saat aktivitas pertambangan berakhir, masyarakat dapat memiliki lingkungan yang layak, ekonomi yang terus tumbuh serta masa depan yang lebih baik.
“Kami tidak ingin meninggalkan bekas tambang yang tanpa manfaat, kami ingin meninggalkan warisan positif, dari lahan yang direhabilitasi, air yang terkelola, masyarakat yang berdaya, serta sinergi yang terus terjaga,” tambahnya.
Secara garis besar, lanjutnya,rencana pascatambang Bahodopi Blok 2 dan 3 pada 2036 sampai 2040 memiliki beberapa aspek utama. Yang pertama yaitu, rehabilitasi dan revegetasi lahan. “Kami akan melakukan penataan bentang alam, menanam kembali, pengembalian kesuburan tanah, serta pengendalian erosi, sedimentasi dan lainnya, agar tambang tersebut tetap produktif namun aman,” katanya.
Yang kedua adalah pengelolaan air dan lingkungan, yang mana PT Vale berkomitmen menjaga kualitas dan kuantitas air, menjaga nilai hasil kualitas air pengendapan, serta menjaga parameter lingkungan hidup tetap baku mutu. Selain itu, perusahaan juga tetap memantau udara, air dan keanekaragaman hayati ditertibkan secara proper.
Serta yang aspek yang ketiga, yaitu kestabilan geoteknik dan keselamatan. Pada aspek ini PT Vale berkomitmen untuk memastikan wilayah area pertambangan dapat stabil, aman, dan tidak membahayakan masyarakat setempat. “Aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap tahap,” tandasnya.
Dan aspek keempat adalah pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat. Yang mana PT Vale akan menjalankan program pelatihan, UMKM, pengembangan pertanian dan perkebunan.
Dan yang kelima adalah pemanfaatan aset, infrastruktur, serta fasilitas yang layak sesuai regulasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Serta aspek yang terakhir adalah sinkronisasi kebijakan dan tata ruang.
“Jadi konsultasi stakeholder ini kami maknai sebagai ruang dialog yang terbuka kami ingin mendengar masukan, aspirasi, koreksi dan harapan seluruh pihak agar rencana pascatambang ini dapat benar-benar berjalan sesuai dengan harapan kita bersama,” pungkasnya.
Apresiasi Pemerintah Daerah
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf dalam sambutannya menyampaikan kalau pascatambang merupakan langkah terakhir dalam seluruh tahap pertambangan yang kerap diabaikan oleh perusahaan.
Padahal menurutnya, momen pascatambang dapat menjadi harapan bagi perekonomian masyarakat yang berkelanjutan saat perusahaan tidak lagi beroperasi di Kabupaten Morowali. “Tanaman mente misalnya, sawit, agar dapat berdampak positif bagi masyarakat setempat dan generasi akan datang,” bebernya.
Dengan terlaksananya konsultasi stakeholder ini, Bupati Iksan meminta agar seluruh pihak dapat mengkaji sebaik mungkin agar benar-benar berdampak positif bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat setempat.
Namun, berbicara tentang pemberdayaan dan pascatambang, Bupati Iksan tidak lagi meragukan PT Vale. Sebab, Pemerintah Daerah telah mengontrol langsung terkait pengelolaan air limpasan tambang melalui sediment pond.
Lewat sambutannya, ia sempat memuji PT Vale yang telah membangun sediment pond seluas 10 hektare di areal operasinya.
“Tapi kalau Vale saya yakin, karena kami sudah kontrol sendiri tentang sedimen pond, sangat luar biasa. Kita bayangkan itu air turun dibeberapa sungai itu jernih,” tandasnya. RHT
