SULTENG RAYA – Keterbatasan lahan tak menghalangi Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu untuk menghasilkan pangan sekaligus membekali Anak Binaan dengan keterampilan.
Memanfaatkan area beranggang, Anak Binaan bersama petugas berhasil memanen 8 kilogram sawi segar hasil pembinaan kemandirian bidang pertanian, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus dukungan LPKA Palu terhadap implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya dalam penguatan kemandirian dan ketahanan pangan.
Kepala LPKA Kelas II Palu, Welli, menegaskan bahwa kegiatan pertanian bukan sekadar menghasilkan panen, tetapi menjadi sarana pembelajaran bagi Anak Binaan untuk menumbuhkan keterampilan dan karakter positif.
“Panen ini menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan bukanlah hambatan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Melalui pembinaan kemandirian, kami ingin memberikan pengalaman nyata kepada Anak Binaan agar mereka memiliki keterampilan, rasa tanggung jawab, kedisiplinan, serta semangat untuk terus berkarya,” ujar Welli.
Di bawah pendampingan Seksi Pembinaan, Anak Binaan terlibat langsung dalam seluruh proses budidaya, mulai dari penyiapan media tanam, perawatan, pemupukan hingga panen. Proses tersebut menjadi pengalaman praktis sekaligus menanamkan nilai disiplin, kerja sama, dan kemandirian.
Kepala Seksi Pembinaan, Andi Nuryadin, mengatakan hasil panen kali ini memiliki kualitas yang baik dan memberikan manfaat langsung bagi LPKA.
“Alhamdulillah, hasil panen sawi kali ini sangat baik. Sebagian akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan Anak Binaan, sementara sebagian lainnya dipasarkan kepada vendor BAMA sesuai mekanisme yang berlaku,” jelas Andi.
Hasil panen tersebut menjadi bukti bahwa lahan terbatas dapat diubah menjadi ruang produktif yang memberikan manfaat nyata. Selain mendukung kebutuhan pangan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya LPKA Palu menyiapkan Anak Binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat.
Melalui pembinaan pertanian yang berkelanjutan, LPKA Kelas II Palu berkomitmen menghadirkan pembinaan yang produktif, humanis, dan berorientasi pada kemandirian, sekaligus turut mendukung penguatan ketahanan pangan.*/YAT
