Menurut Faradiba, bantuan yang diberikan memang belum akan menyelesaikan seluruh persoalan yang dihadapi para korban. Namun, dukungan tersebut diharapkan mampu mengurangi beban warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan. “Meskipun bantuan yang diberikan belum dapat menuntaskan seluruh permasalahan yang ada, diharapkan logistik tersebut dapat meringankan beban hidup para korban,” tuturnya.
PT SPS dan KADIN Parigi Moutong juga menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Jika kebutuhan masyarakat masih mendesak, penyaluran bantuan tahap berikutnya akan dipertimbangkan sesuai situasi dan kemampuan yang ada. Banjir yang menerjang Desa Avolua tidak hanya menyisakan genangan, tetapi juga material lumpur dan gelondongan kayu yang berserakan di sejumlah titik permukiman. Kondisi tersebut membuat proses pemulihan membutuhkan waktu dan kerja bersama.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menetapkan status tanggap darurat menyusul bencana banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, mengatakan status tanggap darurat diberlakukan selama 14 hari, terhitung sejak 26 Agustus hingga 8 September 2026.
Selama periode tersebut, penanganan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, pembersihan lumpur yang mengendap di permukiman serta normalisasi sungai. “Status tanggap darurat berlangsung 14 hari ke depan,” kata Rivai, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat proses pembersihan dan pemulihan kondisi masyarakat. Sekitar 200 personel TNI dan Polri turut bergabung bersama tim penanganan di lapangan. Kehadiran mereka diarahkan untuk mendukung berbagai proses penanganan pascabencana, termasuk pembersihan material yang terbawa arus banjir.
“Penanganan tanggap darurat tentunya melibatkan lintas sektor melalui kerja-kerja kolaborasi. Saat ini kurang lebih 200 personel TNI/Polri bergabung dengan tim di lapangan,” pungkasnya. AJI