Dalam kegiatan Silaturahmi itu Dandim mendengarkan langsung keluhan seorang wartawan terkait alokasi pupuk yang sulit di dapat dan sering terlambat, harga di tingkat pengecer yang tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), serta sistem distribusi yang dinilai belum merata.

Menanggapi hal itu, Dandim menegaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi intensif dengan Dinas Pertanian, distributor resmi, dan Babinsa di setiap desa untuk memastikan pupuk sampai ke tangan petani yang berhak. “Saya punya koneksi bagus dengan pihak Kementerian Pertanian, saya akan berupaya untuk membantu. Sebab sektor pertanian ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” jelasnya.

Selain persoalan pupuk, Dandim juga merespons cepat usulan terkait pembangunan dan normalisasi saluran irigasi yang selama ini menjadi kendala utama pengairan sawah, terutama saat musim tanam tiba di tiga Desa di Kecamatan Lembo yaitu Desa Uluanso, Mora dan Desa Tingkea’o.

Ia akan mengerahkan anggota jajarannya untuk melakukan pengecekan langsung ke sejumlah lokasi persawahan yang hingga kini belum teraliri air irigasi. Langkah ini diambil setelah menerima laporan tersebut mengenai masih adanya lahan pertanian yang kekeringan.

Dandim menegaskan bahwa pengecekan lapangan ini bertujuan untuk memetakan titik-titik sawah yang paling terdampak, sekaligus mencari tahu penyebab tersendatnya aliran air, baik karena saluran irigasi yang rusak, pendangkalan, maupun persoalan pintu air agar mendapatkan perbaikan untuk memudahkan para petani menanam padi. VAN