Dalam arahannya, Kapolri menegaskan bahwa Polri akan terus mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Dukungan tersebut tidak hanya dilakukan melalui penanaman, tetapi juga pendampingan kepada petani mulai dari proses produksi hingga panen dan distribusi.
Kapolres Parigi Moutong AKBP Dr. Hendrawan A.N., S.I.K., M.H., mengatakan keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. “Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata. Melalui program penanaman bawang putih ini, kami ingin ikut mendorong produktivitas petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Parigi Moutong,” ujar Kapolres.
Kapolres menegaskan, pihaknya tidak ingin kegiatan penanaman berhenti sebagai seremoni semata. Jajaran Polri akan terus membangun koordinasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, penyuluh serta kelompok tani untuk mendukung keberlanjutan program tersebut.
“Yang terpenting bukan hanya bagaimana kita menanam hari ini, tetapi bagaimana tanaman ini kita kawal sampai tumbuh, dipelihara, berhasil dipanen dan hasilnya memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, sinergi dan pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Menurut Kapolres, pengembangan bawang putih memiliki nilai strategis karena tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi pangan, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan mendukung pengendalian ketersediaan serta stabilitas harga pangan. “Target 40 hektare untuk wilayah Parigi Moutong harus kita dorong bersama. Polri siap mendukung dari sisi keamanan, koordinasi dan pendampingan agar program ini berjalan optimal serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain kegiatan pertanian, masyarakat juga mendapatkan pelayanan pengobatan gratis sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. Kapolres berharap seluruh pihak dapat mempertahankan kolaborasi yang telah terbangun sehingga program ketahanan pangan benar-benar menghasilkan dampak nyata.
“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, Polri, TNI, dinas terkait, kelompok tani dan masyarakat harus bergerak bersama. Kami berkomitmen mengawal program ini agar produktivitas meningkat, petani semakin sejahtera dan ketahanan pangan daerah semakin kuat,” jelasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan yang berakhir sekitar pukul 13.00 WITA tersebut berlangsung aman, tertib dan lancar dengan pengamanan personel gabungan Polres Parigi Moutong dan Polsek Tomini. Polri untuk masyarakat mengawal ketahanan pangan, memperkuat produktivitas petani, dan menjaga stabilitas nasional.*/YAT