Kapolres menegaskan bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai fasilitator dalam menjembatani aspirasi pekerja dengan pemangku kebijakan melalui pendekatan humanis dan komunikasi dua arah. Ia menyatakan kesiapan menjadi penengah yang netral dan adil dalam setiap persoalan ketenagakerjaan.
Melalui dialog dan komunikasi yang terbuka ini, diharapkan setiap potensi konflik dapat dicegah sejak dini, sehingga tercipta hubungan industrial yang harmonis dan situasi Kamtibmas yang tetap aman dan kondusif di Kabupaten Morowali. Kapolres mengatakan hal ini sejalan dengan Desk Ketenagakerjaan Polri yang di bentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengawal, memediasi dan melindungi hak-hak pekerja serta menyelesaikan sengketa hubungan industrial.
Sementara itu, Ketua Umum GANKSO (Tim Pencegahan Konflik Sosial) Kabupaten Morowali Yopi Sabara, S.T. menyambut baik inisiatif Polres tersebut. Ia menyatakan komitmen para Tokoh Pemuda untuk terus merawat kebhinekaan dan mendukung tugas-tugas kepolisian.
Generasi muda tidak boleh menjadi alat provokasi atau dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mengganggu stabilitas keamanan daerah. “Kami pemuda Morowali menyatakan sikap tegas: menolak segala bentuk ujaran kebencian, hoaks, dan provokasi yang dapat memecah belah persatuan. Kami siap bermitra dengan Polri untuk menjaga Kamtibmas, karena keamanan adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tugas polisi,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan foto bersama sebagai simbol komitmen menjaga kedamaian. Dari hasil pertemuan, disepakati akan diadakan patroli dialogis bersama serta kegiatan sosial untuk semakin merekatkan tali persaudaraan. Hingga saat ini, situasi Kamtibmas di wilayah Morowali terpantau aman, tertib, dan terkendali. VAN