“Kehadiran BRI di Taiwan bukan semata tentang membuka kantor atau menghadirkan layanan digital. Ini adalah tentang hadir lebih dekat dengan masyarakat Indonesia yang bekerja, berkarya, dan membangun masa depan di Taiwan. Kami ingin BRI menjadi jembatan yang menghubungkan kebutuhan finansial di Taiwan dengan keluarga dan berbagai kebutuhan di Indonesia,” ungkap Hery.

Kehadiran BRImo Taiwan menjadi semakin relevan mengingat Taiwan merupakan salah satu negara tujuan utama PMI dengan aktivitas ekonomi dan remitansi yang signifikan. Melalui layanan digital yang semakin mudah diakses, BRI mendorong PMI tidak hanya memanfaatkan layanan perbankan untuk kebutuhan transaksi dan pengiriman uang, tetapi juga semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan secara aman, terencana, dan berkelanjutan.

Besarnya peran PMI di Taiwan terhadap perekonomian nasional tercermin dari arus remitansi yang dikirimkan ke Indonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia, remitansi PMI dari Taiwan mencapai sekitar US$2,97 miliar pada 2025, atau setara sekitar Rp47–48 triliun apabila dikonversikan menggunakan kurs sekitar Rp16.000 per dolar AS. Nilai tersebut telah meningkat lebih dari dua kali lipat dari sebelumnya sebesar US$1,37 miliar pada 2021.

Arus remitansi tersebut menunjukkan bahwa PMI di Taiwan bukan hanya menjadi bagian penting dari pasar tenaga kerja internasional, tetapi juga memiliki kontribusi nyata terhadap perekonomian keluarga dan daerah asal di Indonesia.

Peluncuran BRImo Taiwan turut dihadiri Wali Kota New Taipei City dan Representative of IETO Taipei, serta Direktur Treasury & International Banking BRI Farida Thamrin, Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti, Direktur Information Technology BRI Saladin Dharma Nugraha Effendi, dan Komisaris Independen BRI Edi Susianto. RHT