Selanjutnya penempatan personel security pada jam rawan, terutama saat pergantian shift siang ke malam. Pembuatan pos penjagaan parkir dan pencatatan nomor kendaraan secara manual sebagai cadangan jika sistem digital mengalami gangguan, serta kerja sama dengan Polsek setempat untuk patroli rutin di sekitar kawasan parkir.
Lebih lanjut, Kapolres juga meminta agar perusahaan menyediakan area parkir khusus yang lebih aman untuk sepeda motor, karena berdasarkan data kepolisian, kendaraan roda dua menjadi sasaran utama pelaku curanmor karena lebih mudah dibawa kabur. “Kalau perlu, pasang portal otomatis dan pemeriksaan bagasi atau nomor rangka kendaraan saat keluar area pabrik. Ini memang merepotkan, tapi jauh lebih baik daripada karyawan kehilangan motor,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut salah satu pekerja nikel di Kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mengaku pernah melihat korban kehilangan kelengkapan motor di area parkir seperti ban motor yang sengaja dicuri. “Kalau motor hilang, kami tidak bisa kerja maksimal. Semoga dengan adanya CCTV dan penjagaan lebih ketat, kami merasa tenang saat bekerja,” harapnya.
Kapolres berjanji akan melakukan evaluasi berkala dan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pabrik lain di wilayah hukumnya untuk memastikan standar pengamanan parkir diterapkan secara konsisten. “Keamanan adalah investasi, bukan pengeluaran. Perusahaan yang aman akan membuat pekerja nyaman, dan produksi pun berjalan lancar,” ujarnya. VAN