SULTENG RAYA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Kehutanan menyerahkan penghargaan Wana Lestari Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Menjaga Hutan, Mengabdi untuk Masyarakat: Teladan Wana Lestari Sulawesi Tengah” itu berlangsung di Kantor Dinas Kehutanan Sulteng, Jalan S Parman, Kota Palu, Selasa (18/8/2026).
Penghargaan Wana Lestari menjadi bentuk apresiasi pemerintah kepada individu, kelompok, aparatur pemerintah, dan badan usaha yang dinilai berprestasi serta menjadi teladan dalam pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan.
Ketua Tim Penilai Penghargaan Wana Lestari Tingkat Provinsi Sulteng 2026, I Wayan Susanto, S.Hut., M.Si., mengatakan penilaian dilakukan untuk memberikan apresiasi sekaligus mendorong peningkatan kontribusi masyarakat dan aparatur dalam pembangunan kehutanan.
“Penghargaan ini juga untuk mendorong tumbuhnya keteladanan dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya hutan secara lestari serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perlindungan dan pengelolaan hutan,” ujarnya.
Tahun ini, terdapat lima kategori yang dinilai, yakni Penyuluh Kehutanan PNS, Polisi Kehutanan (Polhut), Kelompok Tani Hutan (KTH), Pemegang Persetujuan Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm), serta Pemegang Persetujuan Pengelolaan Hutan Desa.

Penilaian dilakukan dengan prinsip objektif, transparan, profesional, akuntabel, berkeadilan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulteng, Ir. H. Susanto Wibowo, S.Hut., M.Si., IPU, menegaskan penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengakuan pemerintah atas dedikasi, kerja keras, inovasi, dan keteladanan para rimbawan serta masyarakat dalam pembangunan kehutanan.
Menurutnya, menjaga hutan tidak dapat dilakukan pemerintah seorang diri. Kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, penyuluh, KPH, lembaga masyarakat, dan para mitra pembangunan menjadi kunci menjaga keberlanjutan hutan.
“Para penerima penghargaan Wana Lestari hari ini merupakan contoh bahwa masyarakat dapat menjadi pelaku utama dalam menjaga dan mengelola sumber daya hutan secara lestari,” katanya.
Ia berharap penghargaan tersebut menjadi energi baru bagi penerima untuk terus berkarya dan menjadi agen perubahan di tingkat tapak.
“Jadilah teladan bahwa menjaga hutan bukanlah beban, melainkan investasi untuk masa depan generasi kita,” ujarnya.
Susanto juga menyebut capaian membanggakan Sulteng dalam ajang Wana Lestari tingkat nasional. Dari lima kategori yang diikuti, dua peserta Sulteng berhasil meraih predikat terbaik nasional.
Keduanya yakni Sepriani Jome, S.Hut., Penyuluh Kehutanan PNS UPT KPH Toili Baturube, sebagai terbaik nasional kategori Penyuluh Kehutanan PNS, serta Lembaga Persetujuan Pengelola Hutan Desa Mesale, Desa Malitu, Kabupaten Poso, wilayah binaan UPT KPH Sintuwu Maroso.
Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh insan kehutanan dan masyarakat untuk memperkuat perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan lahan, pengendalian kebakaran hutan dan lahan, konservasi keanekaragaman hayati, serta perlindungan hutan.
Upaya itu, kata dia, juga sejalan dengan Program 9 BERANI, khususnya BERANI Makmur, BERANI Harmoni, dan BERANI Sejahtera melalui penguatan ekonomi kerakyatan serta pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya alam lokal.
“Hutan lestari, masyarakat sejahtera, dan pembangunan berkelanjutan harus menjadi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. RHT