Selain warga, para kader di kelurahan tersebut juga diberi penguatan berupa pelatihan, yang diikuti 15 kader. Para kader diberikan pengetahuan dan praktik mengenai sejumlah indikator yang dapat digunakan untuk mengenali faktor risiko diabetes, diantaranya pengukuran lingkar perut, tinggi badan, berat badan serta tekanan darah. “Kader merupakan ujung tombak di masyarakat. Karena itu, mereka perlu memiliki kemampuan dasar untuk melakukan pengukuran dan mengenali faktor risiko penyakit,”ucapnya.

Penyuluhan dan edukasi diikuti sekitar 60 warga Boneoge, menghadirkan dokter dari Puskesmas Donggala, dr. Indah, serta melibatkan jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Donggala dalam pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS). Menariknya, edukasi tidak berhenti pada penyampaian teori. Tim dosen juga memberikan contoh pengolahan makanan sehat dengan memanfaatkan pangan lokal yang mudah ditemukan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa menerapkan pola makan sehat tidak selalu harus menggunakan bahan makanan yang mahal. Pangan lokal seperti kelor dan ikan juga dapat diolah menjadi makanan yang sehat dan bergizi,”kata Metrys.

Selain itu, tim Poltekes juga memberikan bantuan berupa 115 buku saku, timbangan berat badan, microtoise, waist ruler, alat GCU Auto Check untuk pemeriksaan gula darah, serta video edukasi. Pemerintah Kelurahan Boneoge menyambut positif kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan Poltekkes Kemenkes Palu.AMR