Ia menilai, kebijakan Mahasiswa Berdampak memberikan kesempatan luas kepada mahasiswa dan dosen untuk berkontribusi langsung dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat melalui program pembelajaran dan pemberdayaan. Sudirman berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan gagasan, inovasi, serta talenta-talenta baru yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Dari 32 perguruan tinggi di Sulawesi Tengah ini, kita bersama-sama memberikan karya di masyarakat. Saya yakin program Kampus Berdampak akan semakin cepat tercapai jika seluruh perguruan tinggi dan mahasiswa bergerak bersama,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh perguruan tinggi dan mahasiswa di Sulawesi Tengah untuk mengambil peran aktif dalam menyukseskan berbagai program Kementerian yang berorientasi pada pemberian manfaat langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi antarkampus menjadi penting agar berbagai potensi dan sumber daya yang dimiliki perguruan tinggi dapat diarahkan untuk menghasilkan program pemberdayaan yang lebih luas dan berkelanjutan. “Jangan hanya berada di ruang kuliah. Apa yang kita dapatkan hari ini diharapkan dapat memberikan kontribusi besar kepada masyarakat,” ujarnya.

Sudirman turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian serta para narasumber yang hadir dan memberikan pengetahuan kepada peserta dalam kegiatan tersebut. Sosialisasi menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. Ir. Yowana Setiyawati Kusumadewi, M.P., dan Prof. Dr. rer. nat. I Wayan Karyasa, S.Pd., M.Sc. ENG