Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kedua pihak telah sepakat untuk bergerak cepat melalui pembentukan tim bersama guna mempercepat realisasi investasi. “Kami akan membentuk task force untuk fokus pada sektor-sektor prioritas. Ini penting agar peluang investasi dapat ditindaklanjuti secara konkret dan terarah,” tegasnya.

Sebagai langkah lanjutan, dalam waktu dekat akan dilakukan pertemuan lanjutan di Jakarta untuk mempresentasikan secara lebih rinci empat sektor utama yang menjadi fokus, yakni mineral, energi terbarukan, perkebunan kelapa sawit, dan perikanan.

Gubernur juga menambahkan bahwa Sulawesi Tengah tidak hanya menawarkan potensi sumber daya alam, tetapi juga kesiapan dalam mendukung investasi, termasuk komitmen terhadap pengembangan energi terbarukan dan penyediaan infrastruktur pendukung. “Kami terus mendorong transisi energi di kawasan industri serta menyiapkan berbagai kemudahan bagi investor. Ini bagian dari upaya kami menciptakan iklim investasi yang kondusif,” jelasnya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menawarkan peluang investasi di sektor kesehatan, yakni pembangunan rumah sakit bertaraf internasional, guna menjawab kebutuhan layanan kesehatan berkualitas di kawasan Indonesia timur. Pertemuan ini ditutup dengan kesepahaman untuk memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan.

Baik Gubernur maupun Dubes UEA optimistis, kolaborasi ini akan membawa dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Sulawesi Tengah ke depan. ** WAN