Selain itu, Untad terus memperluas layanan akademik dengan membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), mempersiapkan Program Studi Kedokteran Gigi, Program Doktor (S3) Hukum, S3 Pendidikan, serta sejumlah program profesi, termasuk Profesi Arsitektur.
Di bidang tata kelola, Untad juga mengembangkan platform digital yang dibangun secara mandiri oleh sivitas akademika untuk mendukung sistem administrasi dan layanan kampus yang lebih andal. Sementara itu, pembangunan infrastruktur terus dipercepat, termasuk penyelesaian Rumah Sakit Pendidikan Universitas Tadulako (RSPTN).
“Tahun ini rumah sakit kembali mendapatkan anggaran untuk penyelesaian ruang operasi, IPAL, dan sistem kelistrikan agar dapat mendukung penyelenggaraan PPDS,” kata Prof. Amar.
Selain rumah sakit, Untad juga mengembangkan jaringan listrik bekerja sama dengan PLN, membangun sistem air bersih, meningkatkan jaringan telekomunikasi dan Wi-Fi, serta menyiapkan pasokan air minum di beberapa kawasan kampus. Dalam bidang penjaminan mutu, Untad menargetkan 60 persen program studi berakreditasi Unggul pada 2028. Saat ini sekitar 38 hingga 40 persen program studi telah meraih predikat tersebut.
Rektor juga menyampaikan pembangunan Nalodo Research Center sebagai pusat riset baru serta penyelesaian embung edukasi Rano Tadulako yang berfungsi sebagai sumber cadangan air sekaligus sarana pendidikan dan penelitian. “Di tengah tantangan krisis air, Untad mampu membangun embung dengan kapasitas besar. Ini membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dapat menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat dan lingkungan,” jelasnya. ENG