SULTENG RAYA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Kantor Perwakilan LPS III – Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) menyelenggarakan rangkaian kegiatan edukasi dan sosialisasi di Palu tanggal 26–30 Juli 2026 sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat, memperkuat pemahaman mengenai program penjaminan simpanan, serta membangun kepercayaan publik terhadap industri perbankan. 

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi LPS Safe Run dan Car Free Day Bersama LPS, Sosialisasi Perbankan Sulawesi Tenggara, talkshow di beberapa radio lokal, serta edukasi kepada pelajar melalui LPS GenZmart 2026.

Semarakkan CFD Kota Palu

LPS mengajak masyarakat Kota Palu untuk menjaga kesehatan badan sekaligus kesehatan keuangan melalui kegiatan yang digelar di Lapangan Vatulemo, Jalan Balai Kota Timur, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Ahad (26/7/2026), sebagai kegiatan pertama dalam rangkaian kegiatan LPS di Kota Palu. Bekerja sama dengan Komunitas Lari RIOT serta masyarakat umum, kegiatan tersebut menghadirkan LPS Safe Run 2026 lebih dari 100 pelari.

Selain berolahraga bersama, peserta dan pengunjung CFD juga dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis berupa pengecekan gula darah, kolesterol, dan asam urat, berpartisipasi dalam berbagai games interaktif, serta memperoleh edukasi mengenai pentingnya menabung di bank untuk menjaga kondisi keuangan agar tetap sehat, aman, dan terlindungi oleh LPS.

LPS Perkuat Sinergi dengan Perbankan Sulawesi Tengah untuk Jaga Kepercayaan Masyarakat

LPS terus berkomitmen menjaga stabilitas sistem perbankan. Hal tersebut diwujudkan dalam bentuk penyelenggaraan Sosialisasi LPS Bersama Perbankan Sulawesi Tengah di Kota Palu, Selasa (28/7/2026).

Pada kesempatan tersebut, Deputi Kepala Kantor Perwakilan LPS III Prayitno Amigoro memaparkan bahwa sebanyak 99,98% dari total rekening nasabah di Sulawesi Tengah telah dijamin penuh oleh LPS, lebih tinggi dibandingkan dengan cakupan penjaminan secara nasional sebesar 99,95%.

Sementara itu, Kepala Tim Pengelolaan SCV Bank 1, Iona Hiroshi Yuki Rombot memaparkan pentingnya implementasi Single Customer View (SCV) oleh perbankan untuk memastikan ketersediaan data nasabah yang akurat dan terintegrasi, sehingga dapat mempercepat proses verifikasi dan pembayaran klaim apabila terjadi kegagalan bank serta memberikan kepastian dalam pemenuhan hak nasabah.

LPS mengajak seluruh perbankan di Sulawesi Tengah untuk terus berperan aktif dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat guna memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan nasional.

Sapa Lewat Radio, LPS Dorong Budaya Menabung di Bank

Sebagai bagian dari implementasi program edukasi publik yang komprehensif, LPS memperluas jangkauan literasi keuangan melalui talkshow di radio-radio lokal di Palu.

Melalui kegiatan ini, LPS mengedukasi masyarakat mengenai penjaminan simpanan, pentingnya menabung dan mengelola keuangan secara bijak, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan dan investasi ilegal yang mengatasnamakan lembaga keuangan.

LPS GenZmart 2026

Generasi muda kini dihadapkan pada berbagai tantangan finansial, mulai dari gaya hidup konsumtif hingga maraknya penipuan digital yang menuntut kemampuan pengambilan keputusan keuangan secara bijak.

Menjawab tantangan tersebut, LPS II Sulampua menghadirkan LPS GenZmart 2026 sebagai wujud komitmen meningkatkan literasi keuangan pelajar sekaligus memperkenalkan peran LPS dalam menjaga kepercayaan terhadap sistem perbankan.

LPS GenZmart 2026 di Kota Palu dilaksanakan selama 2 hari pada 29 dan 30 Juli 2026 di SMAN 2 Palu dan SMAN MT Madani Palu.

Dikemas dalam format talkshow interaktif dan permainan edukatif, LPS GenZmart 2026 menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi pelajar.

Sebanyak 200 peserta dari dua sekolah berkompetisi menjawab berbagai tantangan, mulai dari menguji pengetahuan umum, kemampuan mengenali visual, kecakapan berbahasa, hingga soal berhitung, sekaligus mempelajari pentingnya membangun kebiasaan keuangan yang baik sejak dini.

Melalui pendekatan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, LPS menegaskan bahwa literasi keuangan bukan hanya tentang menabung atau berhitung, tetapi juga tentang membentuk pola pikir dan kebiasaan yang membantu generasi muda mengambil keputusan finansial secara bijak, mengelola risiko, serta menjadi agen perubahan bagi lingkungan sekitarnya.

Melalui rangkaian kegiatan edukasi ini, LPS berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menyimpan dana di bank, mengenali hak dan kewajibannya sebagai nasabah, serta semakin percaya terhadap sistem perbankan Indonesia yang didukung oleh keberadaan LPS dalam melindungi simpanan nasabah dan menjaga stabilitas sistem keuangan. RHT