Selain itu, IMIP juga membangun sinergi dengan Paguyuban Mahasiswa pada empat kota tujuan pendidikan mereka, yakni di Palu, Kendari, Makassar, dan Yogyakarta. Laurencia menuturkan, seleksi dilakukan secara objektif melalui verifikasi administrasi dan wawancara untuk memastikan program tepat sasaran.
“Persyaratan utama adalah mahasiswa merupakan putra-putri asli Bahodopi, aktif kuliah, IPK minimal 2,75, serta memperoleh rekomendasi dari dosen pembimbing akademik. Kami juga bekerja sama dengan Tim Pendataan Kecamatan serta Pemerintah Desa agar seluruh data penerima benar-benar valid,” jaminnya.
Tak hanya bantuan finansial, IMIP tengah menyiapkan berbagai program peningkatan kapasitas bagi penerima beasiswa. Mahasiswa akan mendapat pelatihan pengembangan kompetensi, peningkatan kemampuan komunikasi, serta pembekalan dunia kerja agar siap menghadapi kebutuhan industri setelah lulus.
Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun SDM yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan kerja, sesuai kebutuhan industri saat ini. IMIP juga membuka kesempatan bagi lulusan penerima beasiswa untuk mengikuti proses rekrutmen sesuai kebutuhan perusahaan dan ketentuan yang berlaku. Meski demikian, lanjut Laurencia , IMIP menilai tantangan pengembangan SDM lokal masih cukup besar. Salah satunya, perlu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan pendidikan sejak dini agar generasi muda memiliki kesiapan menghadapi perubahan di dunia kerja.
Ke depan, IMIP akan terus memperkuat Program Beasiswa IMIP Bersinergi melalui peningkatan kuota penerima manfaat, pengembangan nilai bantuan pendidikan, serta sinkronisasi data dengan pihak Pemerintah Daerah. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan semakin banyak generasi muda Morowali yang berkualitas, berdaya saing, serta siap mendukung pembangunan industri nasional.
“Melalui Program Beasiswa IMIP Bersinergi, kami menegaskan bahwa investasi pada pendidikan merupakan bagian penting dari pembangunan kawasan industri yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan mempersiapkan SDM lokal yang unggul, perusahaan berharap manfaat hilirisasi tidak hanya tercermin pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat Morowali menuju terwujudnya visi Indonesia Emas 2045,” kata Laurencia. *WAN