“Listrik adalah penerang kehidupan, namun melalui program TJSL, kami ingin menyalakan harapan dan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Di Tilihuwa, kami melihat potensi pertanian kacang tanah yang luar biasa. Melalui hadirnya gudang penyimpanan yang layak serta akses jalan yang memadai, PLN ingin memastikan rantai pasok hasil pertanian warga tidak terputus dan memiliki nilai jual yang lebih stabil. Kami berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat Suluttenggo tumbuh dan sejahtera bersama PLN,” ungkap Usman.
Sejalan dengan visi tersebut, Manager PT PLN (Persero) UP3 Gorontalo, Hanggoro Nur Purwanto, menjelaskan bahwa perencanaan program TJSL selalu didasari pada pemetaan kebutuhan nyata (social mapping) masyarakat setempat. “Kami percaya bantuan terbaik adalah bantuan yang menjawab kebutuhan dasar warga. Gudang Kacang dan jalan paving blok ini dirancang agar memberikan dampak domino secara langsung pada kegiatan ekonomi. Kami berharap fasilitas ini dirawat bersama oleh warga Tilihuwa agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang,” kata Hanggoro.
Apresiasi mendalam pun mengalir dari pemerintah lokal dan masyarakat setempat. Kepala Kelurahan Tilihuwa, Jefri Djahidi, mengungkapkan rasa terharunya atas kepedulian PLN terhadap desanya. “Atas nama Pemerintah Kelurahan Tilihuwa dan seluruh warga, kami mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada PLN. Gudang Kacang dan jalan paving ini langsung menyentuh titik kebutuhan vital kami. Akses transportasi jadi mudah, hasil panen pun punya tempat simpan yang layak. Semoga PLN makin sukses dan terus menebar manfaat,” ungkap Jefri.
Optimisme serupa disampaikan oleh Amir Usman, salah seorang petani Tilihuwa yang kini menatap masa depan dengan lebih mantap. “Terima kasih PLN. Bantuan ini sangat berarti untuk kami para petani. Dengan adanya gudang ini, kami tidak risau lagi panen cepat rusak atau terpaksa dijual murah karena kejar waktu. Jalanan yang bagus juga bikin angkut hasil kebun jadi jauh lebih ringan. Ini awal baru buat ekonomi kampung kami,” tutur Amir penuh haru.
Bagi PLN, keberhasilan sebuah program TJSL tidak diukur dari seberapa megah infrastruktur yang dibangun, melainkan seberapa besar manfaat itu hidup dan menghidupi masyarakat. Ketika hasil panen terjaga dan langkah warga kian mudah, di situlah senyum kepuasan dan harapan baru terus bermekaran di Tilihuwa.*HJ