Senada dengan hal tersebut, Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman, menambahkan bahwa jajaran Pemasyarakatan di Sulawesi Tengah akan terus memperkuat sinergi dengan instansi terkait untuk memastikan pemenuhan hak-hak anak binaan berjalan optimal.
“Kami mengapresiasi perhatian besar dari Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Kepala Staf Kepresidenan RI. Pesan beliau sangat jelas, pembinaan anak adalah investasi masa depan bangsa. Bersama Dinas Pendidikan dan Pemkot Palu, kami pastikan anak-anak binaan di LPKA Palu mendapatkan hak pendidikan, keterampilan, dan pendampingan psikologis yang layak. Mereka tidak sendirian, ada kasih dan harapan yang selalu siap menyambut mereka kembali ke masyarakat,” ujar Herman.
Dukungan nyata terhadap keberlanjutan pendidikan Anak Binaan diakhiri dengan pernyataan optimistis dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi.
“Pendidikan adalah hak mendasar yang tidak boleh terputus oleh tembok pembinaan. Kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu berkomitmen penuh untuk terus memastikan seluruh Anak Binaan di LPKA Palu mendapatkan akses pendidikan yang layak, setara, dan diakui secara resmi. Bersama LPKA Palu, kita pastikan tidak ada anak yang kehilangan hak belajarnya demi menggapai cita-cita mereka,” tuturnya.
Meskipun terpisah jarak dari pusat kegiatan di Tangerang, kehangatan dan motivasi yang terpancar di aula LPKA Palu terasa begitu nyata. Anak-anak Binaan tampak antusias menyimak setiap pesan moral dari jajaran pimpinan nasional dan daerah. Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 ini menjadi pembuktian bahwa di balik dinding LPKA Palu, asa dan harapan anak-anak bangsa terus dirawat dengan kasih sayang, pendidikan, dan bimbingan yang berkelanjutan.*/YAT