Menurut Brian, pelaksanaan sarasehan tersebut memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam mendorong pemanfaatan riset serta inovasi untuk pembangunan nasional. “Kami bersyukur karena paparan pembukaan yang disampaikan oleh Bapak Presiden sangat komprehensif, rinci, serta didukung basis data dan referensi yang sangat kuat,” ucapnya.
Brian menambahkan, Kemendiktisaintek akan menindaklanjuti hasil sarasehan melalui pembentukan kelompok kerja tematik yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. “Kelompok kerja ini akan menjadi wadah untuk mengonsolidasikan kepakaran nasional, mempercepat penyusunan solusi berbasis riset, serta memastikan hasil-hasil akademik dan riset dapat diterjemahkan menjadi kebijakan teknologi dan inovasi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelas Brian.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengapresiasi pelaksanaan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 sebagai ruang bertukar gagasan dan menyatukan berbagai potensi bangsa dalam menghadapi tantangan global. “Saya monitor terus jalannya Sarasehan sampai malam kemarin, padat. Dan secara garis besar saya mengikuti bahwa suasana berada dalam suasana positif, suasana tukar-menukar keterangan, pandangan,” kata Presiden.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kemajuan bangsa membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama dalam menghadapi perubahan dunia yang dipengaruhi perkembangan sains dan teknologi. “Semua potensi seluruh bangsa harus bersatu, harus mengeluarkan segala pemikiran, segala inisiatif untuk kebaikan kita bersama, untuk survival kita, untuk kelangsungan hidup bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.
Penutupan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 ini sekaligus menjadi penanda dimulainya langkah baru dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, industri, dan para peneliti guna mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang unggul dalam sains dan teknologi, serta mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju melalui inovasi karya anak bangsa.*ENG