Pada penyaluran gelombang pertama, UNTAD Peduli telah mendistribusikan sekitar 250 paket bantuan yang berisi berbagai kebutuhan pokok kepada masyarakat di sejumlah desa terdampak di Kecamatan Palolo. Pada tahap penyaluran kedua, turut disalurkan 250 paket bantuan kepada masyarakat terdampak di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi.
Selain penyediaan logistik kebutuhan dasar harian, UNTAD juga mengirimkan tim relawan yang melibatkan tenaga medis yang terdiri atas dokter, perawat, serta mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan untuk memberikan pendampingan, pelayanan sekaligus membantu proses distribusi bantuan hingga ke tingkat desa dan dusun, di antaranya melalui Tim Bantuan Medis (TBM) AXIS Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako serta Unit Kegiatan Mahasiswa lainnya.
Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar UNTAD yang telah berpartisipasi dalam gerakan UNTAD Peduli. Ia menilai bahwa keterlibatan berbagai unsur sivitas akademika mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan Universitas Tadulako.
Rektor juga menegaskan pentingnya keberlanjutan dukungan kemanusiaan ini agar kehadiran universitas dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak.
Program UNTAD Peduli bukan kali pertama dilaksanakan. Sebelumnya, Universitas Tadulako juga telah menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana gempa di Masamba, Mamuju pada tahun 2021, serta korban banjir dan longsor di Sumatera pada Desember 2025 lalu. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan UNTAD untuk terus hadir dan berkontribusi dalam setiap upaya penanganan bencana.*ENG