Menurutnya, upaya percepatan penurunan stunting tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. “Seperti semboyan Kabupaten Morowali, Tepeasa Maroso, bersama-sama kita akan menjadi kuat. Program KB merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah,”ujarnya.
Sementara, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Nuryamin, memaparkan program Quick Win Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN), yang meliputi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (Sidaya), serta Super Apps Keluarga Indonesia sebagai upaya memperkuat pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi kesehatan oleh Grace Mantong, Sp.A bersama dokter spesialis kandungan dr. Adhe Ikhmaynar, S p.OG. yang membahas pentingnya pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Morowali untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan keluarga sehat, berkualitas, dan bebas stunting. AMR