“Hari ini, kita melihat beberapa pelatihan-pelatihan di instansi negara, mulai mengikuti model militer dan dengan disahkan UU Polri, maka hal itu secara perlahan telah menggeser kedudukan masyarakat sipil,” tambahnya.
Massa aksi juga menolak untuk bertemu perwakilan anggota DPRD Sulteng maupun Forkompimda, dan memilih untuk berorasi di depan gedung DPRD Sulteng. Aksi itu sempat membuat kemecetan kendaraan di wilayah itu, namun hingga malam hari massa aksi membubarkan diri dengan tertib.
Sejumlah isu nasional yang disuarakan Aliansi Mahasiswa Untad yakni Revisi UU Polri dan TNI, Tolak wacana Pilkada via DPR, Sahkan RUU perampasan aset, Tegakan supermasi masih hukum dan supremasi sipil, Hentikan program MBG dan KMP, Menolak kenaikan harga BBM, Kembalikan TNI ke barak, Cabut regulasi dan komersialisasi pendidikan, Berikan hak guru honorer, Jadikan program pendidikan prioritas negara stabilkan nilai rupiah, Pemberhentian pemborosan APBN, Menuntut Prabowo-Gibran untuk mengakui kesalahan.
Sementara isu regional diantaranya, evaluasi regulasi tambang, hentikan deforestasi, hentikan alih fungsi hutan dan konflik agraria, Tolak praktik Bank Tanah. AMR