SULTENG RAYA– Program Studi (Prodi) Manajemen Strata Satu (S1) pada Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Tadulako (Untad) di Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul dengan masa berlaku selama lima tahun.

Capaian tersebut menjadi salah satu prestasi membanggakan bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untad, mengingat predikat unggul lima tahun merupakan kategori akreditasi tertinggi yang menunjukkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dinilai sangat baik.

Hal tersebut disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untad, Prof. Dr. Wahyuningsih, S.E., M.Sc., Ph.D, saat ditemui di salah satu hotel di Kota Palu, Rabu (17/6/2026).

“Predikat unggul itu ada dua kategori, yakni berlaku dua tahun dan lima tahun. Kalau yang lima tahun berarti kualitasnya dinilai sangat baik atau bisa dikatakan sempurna,” ujar Wahyuningsih saat ditemui di salah satu hotel di Kota Palu, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, keberhasilan Prodi Manajemen PSDKU Touna tidak terlepas dari kolaborasi yang erat antara Untad dan Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi di daerah.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah memberikan dukungan yang sangat besar, tidak hanya berupa penyediaan lahan kampus di Ampana, tetapi juga pembangunan gedung beserta berbagai fasilitas penunjang lainnya.

“Kolaborasi dengan pemerintah daerah sangat luar biasa. Mereka memberikan dukungan lahan, gedung, hingga berbagai fasilitas yang sangat membantu pengembangan PSDKU Touna,” katanya.

Selain dukungan infrastruktur, Untad juga mengoptimalkan sumber daya manusia dari kampus induk di Palu yang sebelumnya telah lebih dahulu memperoleh akreditasi unggul.

“SDM kami berasal dari kampus induk yang kualitasnya sudah teruji, sehingga pembinaan akademik di PSDKU dapat berjalan optimal,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Wahyuningsih juga mengimbau para calon mahasiswa baru, khususnya peserta Seleksi Mandiri Untad, agar terus mengikuti perkembangan informasi terkait tahapan penerimaan mahasiswa baru.

Ia mengingatkan peserta yang dinyatakan lulus seleksi mandiri untuk segera melakukan registrasi ulang sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Mahasiswa jalur mandiri dalam waktu dekat akan menerima pengumuman kelulusan. Bagi yang dinyatakan lulus, segera melakukan pendaftaran ulang agar tidak kehilangan kesempatan menjadi mahasiswa Untad,” pesannya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa baru dalam beradaptasi dengan sistem pembelajaran di perguruan tinggi yang berbeda dengan jenjang pendidikan menengah.

Menurutnya, kehidupan di kampus menuntut tingkat kemandirian yang lebih tinggi, terutama dalam mengatur waktu belajar maupun aktivitas sehari-hari.

“Kalau di sekolah siswa masuk pukul 07.15, belajar hingga sore dengan jadwal yang sudah diatur. Di perguruan tinggi bisa saja dalam satu hari hanya ada satu mata kuliah. Kalau tidak mampu mengelola waktu dengan baik, mahasiswa akan bingung memanfaatkan waktu luangnya. Karena itu, kemampuan memanajemen waktu sangat penting,” tuturnya.

Selain kemampuan akademik, Wahyuningsih juga mengingatkan mahasiswa agar bijak dalam memilih lingkungan pergaulan selama menjalani kehidupan kampus.

Ia mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan positif, baik melalui organisasi kemahasiswaan, kegiatan seni, olahraga, maupun aktivitas pengembangan diri lainnya.

“Jangan sampai salah memilih pergaulan. Lebih baik menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan positif di kampus karena itu akan memberikan banyak pengalaman, memperluas relasi, dan meningkatkan kemampuan diri selama menjadi mahasiswa,” sarannya. ENG