Sementara, Sekretaris Dinas Kehutanan Sulteng, Abdul Rahman mengatakan, pengelolaan hutan yang berkelanjutan mestinua didukung oleh SDM yang memiliki kompetensi penghitungan emisi dan melakukan serapan karbon secara akurat, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah yang relevan untuk meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah, pengelola kawasan hutan, dan para pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung penurunan emisi GRK. “Kompetensi yang saudara peroleh melalui pelatihan dan sertifikasi tidak hanya menjadi bekal dalam melaksanakan tugas penghitungan emisi GRK tetapi investasi SDM,” ujarnya.
Peserta terdiri atas 39 staf KPH, empat orang dari Dinas Kehutanan, empat perwakilan organisasi masyarakat sipil (Civil Society Organization atau CSO), satu orang dari Taman Hutan Raya (Tahura), satu orang dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan satu orang dari Bappeda. AMR