Kerusakan juga teridentifikasi pada bangunan Rumah Sakit Universitas Tadulako berupa retakan pada beberapa bagian struktur nonstruktural bangunan. Sementara itu, di Fakultas Teknik ditemukan kerusakan berupa robohnya sebagian plafon. Gelanggang Mahasiswa Universitas Tadulako turut mengalami retakan pada beberapa bagian bangunan yang saat ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut. Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas lainnya.

Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, ST. MT., menyampaikan bahwa keselamatan sivitas akademika merupakan prioritas utama universitas. Untuk itu, seluruh unit diminta segera melaporkan dampak yang terjadi serta berkoordinasi dengan tim teknis guna memastikan penanganan yang cepat dan tepat.

“Universitas Tadulako akan melakukan asesmen teknis secara menyeluruh terhadap seluruh bangunan kampus, khususnya bangunan hasil rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana 2018. Hasil asesmen ini akan menjadi dasar dalam menentukan langkah-langkah tindak lanjut untuk menjamin keamanan dan keselamatan seluruh pengguna bangunan,” ujar Rektor.

Selain sebagai upaya untuk memastikan keselamatan pengguna bangunan, asesmen yang sedang dilakukan juga diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi terhadap program rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pendidikan tinggi pascabencana, sehingga ketahanan bangunan terhadap risiko kebencanaan di masa mendatang dapat terus ditingkatkan.

Universitas Tadulako akan menyampaikan perkembangan terkait hasil asesmen, kondisi fasilitas kampus, serta kebijakan terkait pelaksanaan kegiatan akademik melalui kanal komunikasi resmi Universitas Tadulako. *ENG