Dalam kesempatan tersebut, Dr. Aiyen juga mengingatkan pentingnya pemahaman seluruh sivitas akademika terhadap target Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah ditetapkan melalui kontrak kinerja antara rektor dan kementerian. Ia menjelaskan bahwa target IKU bukan merupakan usulan dari universitas, melainkan amanah yang harus dipenuhi oleh seluruh unit kerja.
Lebih lanjut, Dr. Aiyen juga mengajak seluruh pimpinan unit kerja untuk menjadikan penguatan SAKIP dan pencapaian IKU sebagai tanggung jawab bersama. Menurutnya, keberhasilan universitas dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan kinerja hanya dapat dicapai melalui komitmen kolektif seluruh elemen institusi.
“Mari kita bersama-sama memajukan Universitas Tadulako. Akuntabilitas bukan hanya soal administrasi, tetapi tentang bagaimana kita merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, memonitor, dan melaporkan seluruh program secara konsisten untuk menghasilkan kinerja terbaik bagi universitas,” tuturnya.
Pada sesi akhir kegiatan, Rektor Untad Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T turut memberikan sejumlah masukan dan arahan kepada seluruh peserta sebelum secara resmi menutup rangkaian kegiatan pendampingan. Prof Amar menekankan pentingnya ketepatan dalam penyusunan program dan penganggaran agar seluruh rencana kerja yang disusun benar-benar mampu menjawab kebutuhan institusi serta mendukung pencapaian target kinerja yang telah ditetapkan.
“Setiap unit kerja perlu memperhatikan keseimbangan antara alokasi sumber daya yang tersedia dengan hasil yang ingin dicapai, sehingga program yang dilaksanakan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kinerja universitas. Berapa keseimbangannya, berapa isi yang diinginkan, yang kira-kira betul-betul tepat sasaran sesuai dengan yang diinginkan,” ujar Rektor dalam arahannya.*ENG