SULTENG RAYA – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu bersama Generasi Berencana (GenRe) Kota Palu dan Duta Perempuan Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST), menggelar kegiatan ramah anak yang diikuti oleh seluruh anak binaan, Kamis (4/6/2026) di ruang pendidikan.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, sehat, serta terhindar dari penyalahgunaan narkoba, seks bebas, dan pernikahan usia dini.
Kepala LPKA Palu, Welli, memberikan apresiasi kepada GenRe Kota Palu yang terus menunjukkan kepeduliannya terhadap tumbuh kembang anak binaan melalui berbagai kegiatan edukatif dan inspiratif.
“Terima kasih. Kalian adalah pelopor di kalangan usia anak dan remaja yang dapat menjadi teladan dalam meningkatkan pemahaman terkait berbagai permasalahan remaja. Kehadiran Duta Perempuan GKST dan GenRe tentu memberikan energi positif dan wawasan baru bagi anak-anak binaan kami,” puji Welli.
Kegiatan berlangsung dengan metode teman sebaya (peer education) melalui penyampaian materi pertama tentang MBG (Maju dan Berkaryalah Generasi Muda) oleh Duta Perempuan GKST, Christina Janne Peuru, yang dikemas dalam bentuk diskusi interaktif. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya perencanaan masa depan, membangun karakter dan kepercayaan diri, mengembangkan potensi diri, serta mempersiapkan generasi muda agar mampu berkarya secara positif dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
“Sebagaimana kita ketahui, anak merupakan masa depan dan penerus bangsa ini. Kehadiran kami disini bersama LPKA Palu untuk mengawal masa pertumbuhan dan perkembangan seluruh anak binaan agar mereka memiliki bekal yang baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” kata Christina.
Sementara, Joys yang mewakili komunitas GenRe Kota Palu juga turut memberikan materi tentang CENTIL (Cegah Stunting Bersama Lovers). Ia mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program edukasi yang dijalankan sebagai perpanjangan tangan pemerintah dengan pendekatan yang lebih mudah diterima oleh kalangan remaja.
Ia menjelaskan bahwa komunitas GenRe merupakan forum yang digagas oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan sasaran remaja usia 10 hingga 24 tahun yang belum menikah dan memiliki kepedulian terhadap berbagai isu kehidupan remaja di Indonesia.
“Sudah kesekian kali kami datang ke LPKA Palu. Suasananya masih sama, walaupun banyak anak binaan yang sudah berganti. Terima kasih kepada LPKA Palu yang selalu memberikan kesempatan bagi kami untuk berinteraksi dan berbagi pengalaman bersama seluruh anak binaan. Semoga mereka tumbuh, berkembang, dan menjadi anak-anak hebat yang mampu meraih masa depan yang lebih baik,” harap Joys.
Keseruan kegiatan edukasi teman sebaya semakin terasa ketika sesi permainan (games) dan kuis interaktif dimulai. Anak-anak binaan tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, menjawab pertanyaan, serta berbagi pengalaman dan pandangan mereka terkait materi yang telah disampaikan.
Suasana penuh keakraban dan keceriaan mewarnai jalannya kegiatan, sehingga pesan-pesan edukatif dapat diterima dengan lebih mudah dan menyenangkan. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu anak binaan LPKA Palu, MN, yang sangat senang menerima materi dan berpartisipasi aktif dalam game yang dihadirkan.
“Terima kasih kakak-kakak Duta Perempuan GKST dan komunitas GenRe yang terus memperhatikan kami. Senang rasanya merasakan kehangatan seperti ini . Semoga setelah keluar dari LPKA Palu, saya dapat bergabung menjadi salah satu pelopor remaja yang edikatif di GenRe Kota Palu,” ucapnya.*/YAT