Sementara itu, Dirresnarkoba Polda Sulteng Kombes Pol. Pribadi Sembiring memaparkan bahwa tren kasus narkoba di Sulawesi Tengah terus menunjukkan peningkatan. Pada 2023 tercatat sebanyak 544 kasus, meningkat menjadi 644 kasus pada 2024 dan 725 kasus pada 2025. Hingga Mei 2026, jumlah kasus yang ditangani telah mencapai 325 kasus.

Ia menjelaskan, kasus narkotika jenis sabu masih mendominasi dengan jumlah barang bukti yang terus meningkat setiap tahun. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman peredaran narkoba masih sangat serius dan telah menyasar berbagai kalangan, baik berdasarkan usia maupun profesi. “Kepolisian telah melakukan berbagai langkah, mulai dari sosialisasi pencegahan hingga penegakan hukum. Namun, tren kasus yang terus meningkat menunjukkan perlunya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam memerangi narkoba,” katanya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulteng, Prof. Dr. K.H. Zainal Abidin, M.Ag., menyoroti pentingnya peran tokoh agama dalam upaya P4GN. Menurutnya, tokoh agama memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya narkoba melalui pendekatan keagamaan dan moral.

Melalui ceramah, pembinaan umat, serta kegiatan sosial keagamaan, tokoh agama dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi dan memperkuat ketahanan keluarga serta lingkungan dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Pendekatan yang humanis dan berbasis nilai-nilai spiritual juga dinilai mampu mendukung proses rehabilitasi serta reintegrasi sosial bagi penyalahguna narkoba.

Pada kesempatan yang sama, Dirbinmas Polda Sulteng sekaligus Kepala Posko Pusat Studi Kepolisian Untad, Kombes Pol. Dr. Sirajuddin Ramly, menyampaikan bahwa FGD tersebut digelar sebagai wadah memperkuat sinergi lintas sektor dalam merumuskan strategi pencegahan dan penanggulangan narkoba yang adaptif serta berkelanjutan.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Polda Sulteng, pimpinan dan sivitas akademika Untad, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Untad beserta BEM fakultas, perwakilan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Palu, Universitas Alkhairaat, dan UIN Datokarama Palu. Hadir pula organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Cipayung Plus, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, komunitas, serta insan media. ENG