Efendi berharap seluruh talenta sepak bola Parigi Moutong dapat bersatu demi prestasi daerah, terlebih masa perpindahan atlet telah berakhir. Dengan potensi yang dimiliki saat ini, ia optimistis tim sepak bola Parigi Moutong mampu berbicara banyak pada Porprov mendatang.

Hal senada disampaikan pelatih Napoleon. Ia memastikan bahwa penilaian dilakukan murni berdasarkan aspek teknis dan sikap pemain selama mengikuti proses pembinaan. “Saya akan menilai kemampuan teknik, pemahaman taktikal, skill individu, attitude, dan mental kalian. Selama satu hari ini saya sudah mendapatkan sekitar 40 pemain. Tapi itu belum pasti. Nanti saat pemusatan latihan tetap ada sistem promosi dan degradasi. Kalau tidak berkembang atau attitude-nya tidak baik, bisa digantikan. Jadi semua yang hadir di sini masih punya kesempatan membela Parigi Moutong,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Seleksi, Kasmuddin Mustapa, meminta pemain yang belum dinyatakan lolos agar tidak berkecil hati. Menurutnya, proses seleksi masih terbuka karena sistem promosi dan degradasi akan terus diterapkan hingga terbentuk skuad terbaik.

“Kami memohon maaf kepada anak-anakku yang belum lolos. Bukan berarti kalian tidak bagus. Seleksi memang harus memilih. Yang belum terpilih bukan berarti gugur. Bisa saja nanti ada kesempatan karena pemain yang dipanggil belum tentu siap sepenuhnya,” katanya.

Ia pun mengingatkan para pemain yang telah lolos agar menunjukkan komitmen dan disiplin dalam setiap tahapan seleksi berikutnya. “Persiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Datang bukan hanya untuk sekadar latihan, tetapi dengan tekad untuk bertanding dan membawa prestasi bagi daerah,” tegasnya.

Seleksi Zona 1 ini menjadi langkah awal Askab PSSI Parigi Moutong dalam meramu kekuatan terbaik menuju Porprov Sulawesi Tengah 2026. Harapan besar pun bertumpu pada kaki-kaki muda yang berlari di Lapangan Desa Olaya, membawa mimpi pribadi sekaligus harga diri Kabupaten Parigi Moutong di pentas olahraga tingkat provinsi. AJI