Kesan mendalam juga disampaikan Lukman yang mewakili guru aktif. Ia menilai para guru yang memasuki masa purna bakti telah meninggalkan banyak teladan yang patut diwarisi oleh generasi pendidik berikutnya. Menurutnya, kedisiplinan, loyalitas terhadap tugas, serta kesabaran dalam mendidik menjadi nilai penting yang selalu dikenang oleh rekan-rekan sejawat. “Insya Allah kami ke depannya akan mengikuti langkah bapak ibu, dari kesabaran mendidik, membimbing anak-anak hingga banyak yang berhasil meraih cita-citanya,” katanya.

Sementara itu, Ilham yang mewakili guru dan tenaga kependidikan purna bakti menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh keluarga besar pendidikan Parigi Utara yang telah menginisiasi kegiatan pelepasan tersebut. Dalam pesannya, ia mengingatkan para guru yang masih aktif agar senantiasa menjaga kedisiplinan dan terus meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik. Menurutnya, keberhasilan seorang guru tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengajar, tetapi juga oleh pemahaman terhadap karakter peserta didik dan kemampuannya berinteraksi dengan masyarakat.

“Alhamdulillah, kami berempat ini sudah menjalani masa purna. Olehnya itu, sedikit saya menitipkan salam atau amanah kepada rekan-rekan guru yang masih aktif, yang masih panjang masa dinasnya, terutama masalah kedisiplinan. Selama menjadi guru kita tidak lupa ada tiga hal yang harus kita tanamkan sampai saat ini, yaitu psikologi atau ilmu kejiwaan anak, kemudian pedagogik atau kemampuan mendidik, dan yang ketiga adalah pendidikan kemasyarakatan,” jelas Ilham.

Momen haru semakin terasa ketika para guru dan tenaga kependidikan purna bakti menerima cenderamata sebagai simbol penghargaan atas pengabdian mereka. Acara juga ditandai dengan pelepasan kemeja Korpri yang dikenakan para purna bakti oleh Korwil dan Pengawas TK sebagai simbol berakhirnya masa tugas formal mereka sebagai aparatur pendidikan.

Meski telah memasuki masa pensiun, jejak pengabdian para guru tersebut akan tetap hidup dalam ingatan ribuan siswa yang pernah mereka didik. Puluhan tahun pengabdian yang mereka curahkan tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kehidupan, serta menjadi fondasi lahirnya generasi penerus yang kini tersebar di berbagai bidang.

Di Parigi Utara, purna bakti bukanlah akhir dari perjalanan seorang guru. Sebaliknya, ia menjadi penanda bahwa sebuah pengabdian telah dituntaskan dengan penuh kehormatan, meninggalkan warisan keteladanan yang akan terus dikenang dan dilanjutkan oleh generasi pendidik berikutnya. AJI