SULTENG RAYA – Lembaga Pengembangan dan Pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LP2AIK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu bersama Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palu, menggelar pengajian rutin dengan tema “Integrasi Nilai Islam dalam Penelitian, Kebijakan, dan Inovasi Kontemporer” pada Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di masjid Ulil Albab di lingkungan Unismuh Palu tersebut menghadirkan narasumber Dr. Abdul Mufarik A. Marhum, M.Pd, Ketua Majelis Tabligh PW Muhammadiyah Sulawesi Tengah. Pengajian itu dibuka oleh Ketua LP2AIK Unismuh Palu, Dr. Fery, S.Sos., M.Si, mewakili Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. Rajindra, SE, MM.
Dalam sambutannya, Fery menegaskan bahwa pengajian memiliki posisi yang sangat penting dalam gerakan Muhammadiyah.
Menurutnya, pengajian bukan hanya kegiatan keagamaan yang bersifat seremonial, tetapi merupakan wahana pembinaan ideologi, penguatan spiritualitas, dan gerakan pencerahan yang menjadi fondasi bagi terwujudnya masyarakat Islam yang berkemajuan.
“Pengajian bagi Muhammadiyah bukan sekadar kegiatan rutin keagamaan, melainkan media pembinaan ideologi, penguatan spiritual, serta gerakan pencerahan untuk membangun peradaban yang berkemajuan. Oleh karena itu, sering dipahami bahwa jika amal usaha adalah badannya Muhammadiyah, maka pengajian adalah rohnya Muhammadiyah,” ujarnya.
Fery juga berharap seluruh civitas akademika Unismuh Palu, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa, dapat mengambil peran aktif dalam kegiatan persyarikatan Muhammadiyah di tingkat ranting maupun cabang.
“Melalui keterlibatan langsung di ranting dan cabang Muhammadiyah, nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.
Kegiatan pengajian tersebut turut dihadiri Direktur Pascasarjana Unismuh Palu, Dr. Isnada Waris Tasrim, M.Pd, yang sekaligus bertindak sebagai moderator dan memandu jalannya diskusi.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Abdul Mufarik menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam seluruh aktivitas akademik dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Menurutnya, penelitian, perumusan kebijakan, maupun inovasi di era kontemporer tidak boleh terlepas dari nilai-nilai etika dan moral Islam. Ia menjelaskan bahwa Islam mendorong umatnya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.
“Sejak lama, para ilmuan Islam telah mengembangkan ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan umat,” jelasnya.
Oleh karena itu, lanjut Mufarik, setiap penelitian hendaknya tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mampu menjawab persoalan sosial dan menghadirkan solusi yang berkeadilan.
“Nilai-nilai Islam harus menjadi landasan dalam proses penelitian dan pengambilan kebijakan. Integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai keislaman akan melahirkan inovasi yang tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga berorientasi pada kemanusiaan, keadilan, dan kemaslahatan umat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak sivitas akademika untuk menjadikan paradigma Islam Berkemajuan sebagai kerangka berpikir dalam menghadapi tantangan global, termasuk perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, perubahan sosial, serta dinamika kebijakan publik yang semakin kompleks.
Pengajian berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.*ENG