Sementara, Ketua Tim Kerja Pengendalian Kependudukan Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Muh. Rosni, mengungkapkan sejumlah indikator Program Bangga Kencana di Kabupaten Banggai masih memerlukan perhatian dan penguatan.

Berdasarkan data tahun 2025, Total Fertility Rate (TFR) tercatat 2,17, Age Specific Fertility Rate (ASFR) 17,3, prevalensi penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) sebesar 47,2 persen, demand satisfied atau kebutuhan ber-KB yang terpenuhi sebesar 27,5 persen, unmet need 18,6 persen, angka kemiskinan 6,7 persen, serta prevalensi stunting 28,7 persen.

“Dengan capaian beberapa indikator Program Bangga Kencana yang masih rendah, Banggai sebagai pintu gerbang timur Sulawesi Tengah diharapkan memiliki strategi teknis yang mampu lebih menggerakkan ritme kegiatan di lapangan. Kuncinya ada pada penggerakan dan pemetaan wilayah dengan capaian indikator program yang lebih rendah sehingga intervensi dapat dilakukan secara lebih terarah dan efektif,” kata Rosni.

Upaya percepatan penurunan stunting melalui program DASHAT di Kampung KB yang juga difasilitasi pembiayaannya saat ini seluruhnya masih berada pada tahapan pembinaan dan pelatihan kader. Selain itu, Banggai mendapat apresiasi karena dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) yang disusun pada akhir 2025 dinyatakan sebagai salah satu dokumen PJPK berkualitas setelah melalui evaluasi tim nasional. Prestasi tersebut diharapkan menjadi modal penting untuk memperkuat perencanaan berbasis data dalam mendukung pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. AMR