Sementara itu, program Trans Karya Nusa menjadi salah satu fokus utama karena menyasar hilirisasi dan industrialisasi komoditas unggulan lokal melalui konsep ekonomi sirkular. Potensi durian, kakao, dan kelapa dalam yang selama ini menjadi andalan daerah dinilai memiliki peluang pasar yang sangat besar, termasuk untuk ekspor ke Tiongkok.
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menyambut baik dukungan pemerintah pusat tersebut. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk segera menyiapkan seluruh data teknis yang dibutuhkan guna memperkuat usulan kawasan transmigrasi Parigi Moutong sebagai PSN.
“Masuknya PSN ini menjadi harapan besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Kami segera menyiapkan seluruh data teknis pendukung agar rencana besar bersama Kementerian Transmigrasi ini dapat benar-benar terwujud di bumi Parigi Moutong,” tegas Erwin.
Tak hanya membahas rencana besar pengembangan kawasan, kunjungan kerja tersebut juga diwarnai dengan penyerahan bantuan bibit kelapa dalam untuk pengembangan lahan seluas 300 hektare. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Erwin Burase bersama Andy Wijaya kepada perwakilan 16 kelompok tani penerima manfaat.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor perkebunan rakyat sekaligus meningkatkan pendapatan petani. Pemerintah berharap pengembangan komoditas kelapa dalam nantinya tidak berhenti pada tahap budidaya, tetapi dapat terhubung dengan program hilirisasi yang sedang disiapkan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Parigi Moutong, Dadan Priatna Jaya, menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari dukungan Kementerian Pertanian dan tersebar di enam kecamatan, yakni Parigi Tengah, Parigi Utara, Siniu, Ampibabo, Tomini, dan Bolano Lambunu.
Setiap hektare lahan memperoleh 110 bibit kelapa dalam unggul, 330 kilogram pupuk organik granula untuk mendukung pertumbuhan awal tanaman, serta bantuan biaya penanaman sebesar 15 Hari Orang Kerja (HOK) yang disalurkan langsung ke rekening kelompok tani.
Menurut Dadan, Kabupaten Parigi Moutong memperoleh total alokasi pengembangan kelapa dalam seluas 500 hektare pada tahun 2026. Dari jumlah tersebut, tahap pertama seluas 300 hektare telah direalisasikan, sementara 200 hektare sisanya akan dilaksanakan pada semester kedua setelah dokumen Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) dieksekusi. AJI