​Di sisi lain, Rektor menaruh harapan besar pada mahasiswa Unismuh Palu sebagai generasi penerus bangsa. Di era digital di mana hoaks dan polarisasi mudah terjadi, mahasiswa dituntut untuk kritis namun tetap menjaga persatuan. Prof. Rajindra mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual tidak akan berdampak positif jika tidak dibarengi dengan kecerdasan moral berbasis Pancasila. Mahasiswa harus mampu memanfaatkan media sosial dan teknologi untuk menyebarkan narasi perdamaian, toleransi, dan kolaborasi.

​”Mahasiswa adalah agen perubahan (agent of change). Di era digital ini, cara mahasiswa mengamalkan Pancasila adalah dengan menjadi pemersatu, bukan pemecah belah. Kritis boleh, bahkan harus, tetapi sampaikan dengan cara-cara yang santun, demokratis, dan menghargai perbedaan pendapat sebagaimana amanat sila keempat,” tegasnya.

​Menutup keterangannya, Prof. Rajindra menyatakan bahwa Unismuh Palu akan terus berkomitmen menciptakan lingkungan kampus yang inklusif, religius, dan berwawasan kebangsaan. Sinergi antara nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan di Unismuh Palu diharapkan dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga cinta tanah air. “Selamat Hari Lahir Pancasila. Mari kita jaga harmoni, rawat persatuan, dan terus berprestasi untuk Indonesia yang lebih maju,” ujar Rektor. ENG