Lebih dari itu, nilai-nilai Pancasila disebut menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas nasional, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan sikap toleransi di tengah masyarakat yang majemuk. Generasi muda pun diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari serta menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme, dan paham yang berpotensi memecah belah bangsa.

Usai pelaksanaan upacara, Kapolres Parigi Moutong Hendrawan A.N menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan hanya agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Pancasila adalah fondasi utama Negara Kesatuan Republik Indonesia yang harus terus dijaga dan diamalkan oleh seluruh anak bangsa. Sebagai anggota Polri, kami memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi teladan dalam menjaga persatuan, menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, serta memberikan pelayanan yang adil kepada masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras maupun golongan,” tegas Kapolres.

Ia juga mengajak seluruh personel Polres Parigi Moutong dan masyarakat menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam setiap tindakan, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun saat menjalankan tugas sehari-hari. “Melalui momentum Hari Lahir Pancasila ini, mari kita perkuat semangat gotong royong, mempererat persaudaraan, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban demi mewujudkan Parigi Moutong yang aman, damai, dan harmonis. Pancasila harus terus hidup dalam setiap sikap, perilaku, dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara,” pungkasnya. AJI