Menurut Taqwin, kebutuhan layanan homecare di masyarakat saat ini terus meningkat, terutama bagi pasien lansia, penyakit kronis, dan pasien pasca rawat inap. Namun di sisi lain, jumlah tenaga kesehatan yang mampu mengembangkan layanan homecare secara profesional masih terbatas. “Melalui program ini kami ingin menumbuhkan semangat kewirausahaan di bidang kesehatan agar mahasiswa dan alumni tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja melalui layanan kesehatan komunitas,” tambahnya.
Pemilik Homecare Palu, Tusriyanto, A.Md.Kep., menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai program inkubasi seperti ini penting untuk memberikan pengalaman praktik nyata kepada mahasiswa dan alumni kesehatan sebelum terjun langsung membangun layanan kesehatan mandiri. “Kegiatan seperti ini sangat baik karena peserta bisa melihat langsung tantangan pelayanan homecare di lapangan, bukan hanya belajar teori,” katanya.
Peserta mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti kegiatan inkubasi. Mereka tidak hanya memahami aspek pelayanan kesehatan, tetapi juga memperoleh wawasan tentang manajemen operasional dan pengembangan usaha layanan kesehatan berbasis komunitas.
Program inkubasi “Navhoe” diharapkan menjadi langkah awal lahirnya wirausaha-wirausaha muda di bidang kesehatan yang mampu menghadirkan layanan homecare profesional, inovatif, dan terjangkau bagi masyarakat Kota Palu. AMR
